Bersyukurlah, Ada Setan dalam Kehidupan Kita!

Bersyukurlah, Tuhan Hadirkan Syetan dalam Kehidupan Kita!Setiap kisah dan sejarah selalu mengandung unsur hitam putih: ada tokoh protagonis ada pula tokoh antagonis. Rasulullah SAW hidup dalam rintangan tokoh Abu Jahal dan Abu Lahab. Nabi Yusuf AS dijahati oleh saudara-saudara kandungnya. Nabi Musa AS harus berhadapan dengan kekejaman Firaun beserta balatentaranya.

Dalam cerita rekaan pun demikian. Film Batman tak akan seru jika tidak ada tokoh jahat semacam Penguin, Joker, Mr. Freeze, dan Killer Croc. Spiderman tak akan dikenal sebagai superhero jika kehidupannya tidak diganggu oleh Doctor Octopus, Green Goblin, dan Venom. Ada Popeye; ada Brutus. Ada Pandawa; ada Kurawa. Ada tokoh antagonis dalam setiap denyut kehidupan kita.

Haqqul yaqin, Tuhan tidak akan menghadirkan tokoh-tokoh antagonis di sekekliling kita kalau tidak ada manfaatnya bagi kita. Spiderman kian terampil bergelantungan dari satu gedung pencakar langit ke pencakar langit lainnya karena kehidupannya diganggu oleh musuh-musuhnya. Tak akan terasa manfaatnya senjata pamungkas yang dimiliki Batman jika ketenteramannya tak diusik oleh oleh Joker dan para pencoleng Kota Gotham lainnya.

Tak ada makhluk yang diciptakan-Nya dengan sia-sia. Semuanya pasti ada manfaatnya. Seekor nyamuk pun membawa berkah terhadap jutaan manusia. Ya, dengan adanya nyamuk kemudian berdiri pabrik lotion antinyamuk. Warung dan toko yang menjual semprotan antinyamuk pun merasa diuntungkan. Sekali lagi saya sampaikan, tidak semata-mata Tuhan turunkan tokoh antagonis dalam kehidupan kita kalau tidak ada manfaatnya bagi kita.

Minggu lalu ketika menjadi khatib shalat jumat di Masjid Baharuddin PT PAL Surabaya, Ustad Farid menyampaikan bahwa terciptanya setan telah membawa dampak terbukanya lapangan kerja.

“Coba kalau tidak ada setan, mana mungkin akan berdiri kantor polisi, kejaksaan, pengadilan, dan KPK,” tegasnya.

Jadi, bersyukurlah jika kita masih diberi kesempatan berdampingan dengan para tokoh jahat tersebut. Insya Allah, dengan jalan demikian kehidupan kita pun akan lebih dinamis; keterampilan kita dalam menapaki laju kehidupan pun semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*