Bersama Kesulitan Pasti Ada Kemudahan

Bersama Kesulitan Pasti Ada KemudahanUstad yang biasa mengisi pengajian di surau kami bercerita bahwa dari kesulitan yang kita hadapi sebenarnya akan mengalir sebuah kemudahan. Barangkali kesulitan itulah yang bisa disamakan dengan harga yang harus kita bayar untuk kemudahan yang kita nikmati.

Untuk memudahkan pemahaman kami, Pak Ustad mengisahkan seorang pria yang beistrikan perempuan cerewet. Hampir setiap saat lelaki pendiam itu dicereweti oleh istrinya. Siang, malam, pokokoknya tak kenal waktu. Istrinya baru diam hanya saat tertidur pulas saja.

Ada keajaiban yang dirasakan oleh si lelaki itu. Setiap kali mencari kayu bakar, selalu ada seekor macan yang membantunya untuk mengangkat dan mengantar kayu bakar tersebut hingga di rumahnya. Kejadian itu terus berulang hingga pada suatu hari istrinya yang cerewet itu meninggal dunia.

Apakah kejadian aneh itu masih berulang? Ternyata tidak! Sejak istrinya meninggal dunia, macan yang biasa membantu mengangkat dan mengantar kayu bakar itu raib entah ke mana.

Mengapa itu semua terjadi? Ternyata, pasca ditinggal mati istri cerewetnya, si lelaki itu menikah lagi dengan seorang perempuan penyabar. Tak banyak masalah yang dihadapinya. Tak ada lagi perempuan serumah yang mencerewetinya. Kehidupannya pun aman-aman saja.

Tuhan, lanjut ustad kami, akan selalu memberikan keseimbangan terhadap setiap ujian dan cobaan yang kita dihadapi. Ketika menguji kita dengan ketidanyamanan, sesungguhnya  Tuhan memberikan keseimbangan melalui anugerah kenyamanan yang sulit dicari bandingannya. Ringkasnya, ketika kita terima hal yang tidak enak, sesungguhnya bersamaan dengan hal itu Tuhan juga menyertakan hal yang enak. Itu semua sering kita lupakan serta tidak kita syukuri.

Sama halnya dengan si lelaki yang beristrikan perempuan cerewet itu. Ketika ditempa dengan ujian kecerewetan istrinya, ia sering menerima bantuan dari seekor macan. Namun, ketika kecerewetan itu telah tidak lagi mengganggu kehidupannya, bersamaan itu pula macan yang baik hati itu tak pernah menampakkan batang hidungnya lagi.

Jadi, mulai saat ini mestinya kita bergembira saat berhadapan dengan sebuah kesulitan. Sebab, bersama kesulitan itu sesungguhnya hadir sebuah kemudahan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*