Berkawan Karib dengan Kejenuhan dan Kebosanan

Berkawan Sejati dengan Kejenuhan dan KebosananAlhamdulillah, untuk kali kedua saya berkesempatan mengunjungi KRI Cakra-401, satu dari dua kapal selam kebanggaan bangsa Indonesia. Di ruang rekreasi, sambil menikmati teh botol saya pun bercengkrama dengan beberapa kru yang sedang rehat dari tugasnya.

Tidak bisa saya bayangkan bagaimana kejenuhan dan kebosanan melanda para kru kapal selam buatan Jerman tersebut. Ruang dan oksigen yang serba terbatas harus dibagi merata kepada 40 orang kru. Makanan juga tidak akan sebanyak dan sebebas di daratan. Mereka pun harus benar-benar berhemat dengan persediaan air.

Secara iseng saya bertanya kepada salah satu kru tentang tips mereka mengatasi kebosanan dan kejenuhan. Ya, sebagai manusia normal saya secara pribadi tidak mengetahui resep paling jitu guna mengatasi kedua jenis penyakit itu. Terutama jika pelayaran berlangsung hingga berbulan-bulan lamanya.

Harap diketahui, ketika kapal selam berlayar, para kru di dalamnya tidak akan bisa membedakan pergantian waktu. Siang dan malam bagi mereka situasinya sama saja. Mereka pun harus berpisah dengan keluarga sedemikian lamanya. Jelas, situasi ini akan mengundang rasa jenuh dan rasa bosan selama mereka melakukan tugas.

Apa jawabannya atas pertanyaan iseng tersebut? Ternyata, kata kru tersebut, cara terbaik untuk mengatasi kejenuhan dan kebosanan adalah dengan menjadikan keduanya sebagai sahabat sejati kita. “Kalaupun kedua rasa yang sangat menjemukan itu hadir, kita tidak akan merasa terganggu. Bukankah dia sahabat sejati kita?” lanjutnya.

Kawan, dalam upaya untuk medapatkan pasangan hidup seringkali kita dilanda kejemuan dan kejenuhan, lalu bermuara pada keputusasaan. Upaya yang kerap kita lakukan adalah dengan cara mengenyahkan kedua “tamu tak diundang” tersebut.

Ternyata, apa yang kita lakukan selama ini keliru besar. Sebab, kejenuhan dan kebosanan bagaikan bola basket dalam sebuah kolam. Semakin kita menenggelamkannya, maka semakin kuat bola tersebut menyembul ke permukaan.

Adalah tepat apa yang disampaikan oleh kru kapal selam tersebut. Bahwa kejenuhan dan kebosanan harus dijadikan sahabat sejati. Bukan sebaliknya, malah dia dijadikan musuh bebuyutan.

Mulai hari ini sambutlah kehadiran rasa jenuh dan rasa bosan saat kita mengggapai asa menuju jodoh impian. Bukalah lebar-lebar pintu hati kita untuk kehadiran mereka berdua. Semoga dengan cara demikian, sang jodoh pun akan segera bersemayam dalam kehidupan kita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*