Berhentilah Mengeluh!

Berhentilah Mengeluh!“Jangan mengeluhkan permasalahan Anda ke orang lain, karena 20 persen dari mereka tidak akan peduli, dan 80 persen sisanya merasa bahagia bahwa hidup Anda lebih sulit dari mereka.’’ (Lou Hotz)

Saya termasuk orang yang sering mengeluh dengan segala ketidaknyamanan yang sering saya hadapi. Tapi, begitu membaca kutipan dari Lou Hotz sebagaimana tertera di atas, saya baru menyadari bahwa semua keluhan itu tidak bermanfaat sama sekali.

Keluhan yang kita keluarkan tidak dapat mengatasi permasalahan inti. Dampak yang ditimbulkannya justru sangat merugikan kita. Orang-orang di sekitar kita benar-benar tidak nyaman berdekatan dengan kita. Aura yang terpancar dari jiwa kita hanyalah aura negatif. Itulah yang menjadi penyebab menjauhnya orang-orang di sekitar kita.

Mengeluh, kata ustad yang mengisi pengajian di surau kami beberapa waktu lalu, merupakan pancaran tidak berterima kasihnya kita atas limpahan karunia yang telah Tuhan turunkan. Ketidaknyamanan yang kita alami sesungguhnya sangat sedikit dibandingkan dengan kenikmatan yang dilimpahkan Tuhan. Kalaupun kita menderita sakit paling hanya dua atau tiga hari. Coba bandingkan dengan kesehatan yang bertahun-tahun kita nikmati.

Diputuskan pacar, diberhentikan dari pekerjaan, memang amat sangat menyakitkan. Tapi, sekali lagi saya sampaikan, itu semua tidak akan terselesaikan akar permasalahannya dengan keluhan.

Yakini saja bahwa dengan putus itulah sebenarnya Tuhan sedang mempersiapkan penggantinya dengan seseorang yang perangainya serta akhlaknya yang jauh lebih baik. Dengan diberhentikannya dari dari pekerjaan lama sesungguhnya Tuhan akan menempatkan kita pada pekerjaan yang jauh lebih mulia dan lebih menguntungkan. Jadi, tak ada alasan kuat jika kita masih saja mengeluh dan terus mengeluh.

Maka mulai hari ini mari kita singkirkan segala macam bentuk keluhan itu. Harap diingat bahwa mengeluh tidak akan menimbulkan rasa empati dari orang-orang yang menjadi sasaran keluhan kita. Justru sebaliknya, sikap antipatilah yang bakal kita terima.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*