Bang Toyib di Sekitar Kita

Abandoned ChildBang toyib

Bang toyib

Kenapa tak pulang pulang

anakmu anakmu

panggil panggil namamu

Lirik lagu Bang Toyib memang cukup membuat kita miris. Bagaimana bisa, seorang suami menelantarkan anak dan istrinya. Sudah lunturkah kasih sayang terhadap keluarganya? Bagi seorang bapak yang masih berpikiran normal, sehari saja tidak bertemu dengan anak rasanya seperti telah berpisah bertahun-tahun. Jadi, di manakah letak akal sehat para bapak yang tega-teganya tanpa kabar dan berita, meninggalkan anak dan istrinya begitu saja.

Kamu kaum lelaki lajang, seandainya ujung-ujungnya akan berprilaku sebagai Bang Toyib, mending tunda saja keinginanmu berumah tangga. Daripada menyengsarakan anak cucu orang, lebih baik hidup selibat saja.

Rumah tangga menuntut sebuah konsekuensi. Sebagai kepala raumah tangga kamu dibebani kewajiban menfakahi anak dan istrimu. Jika kamu tidak bersedia berjuang mencari nafkah, lebih baik kamu pendam saja keinginan mempersunting gadis idamanmu itu.

Bagi seseorang yang tetap bertahan dengan prilaku Bang Toyibnya itu, siap-siaplah untuk berurusan dengan pengadilan. UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) menggariskan bahwa suami yang menelantarkan istri dan anaknya dapat dikenai sanksi hukum.

Penjelasan tentang penelantaran disebutkan Pasal 9 UU PKDRT sebagai “melakukan penelantaran kepada orang yang menurut hukum yang berlaku baginya atau karena perjanjian dia wajib memberikan kehidupan, perawatan atau pemeliharaan kepada orang tersebut”.

Lebih lanjut disebutkan pada Pasal 49 UU PKDRT bahwa suami yang bertindak demikian akan dikenakan sanksi pidana penjara paling lama tiga tahun atau denda paling banyak Rp 15 juta.

Wahai Bang Toyib, UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juga bisa menjerat para suami yang telah menelantarkan anak. Tindakan penelantaran tersebut sungguh telah melanggar hak asasi anak. Di antara hak asasi anak yang dilanggat itu, satu di antaranya, adalah hak untuk mendapatkan yang terbaik dan hak untuk kelangsungan hidup dan berkembang.

Jadi, berpikirlah berkali-kali untuk hidup berumah tangga jika ujung-ujungnya kamu akan menyandang titel Bang Toyib.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*