Ahok

ahokSaya bukan kerabat Ahok, bukan pula pendukung beratnya. Saya termasuk seseorang yang tidak suka dengan nada tinggi serta makian-makian yang sering dilontarkannya kepada para bawahannya. Namun di sisi lain, saya sangat salut dengan nawaitu-nya ketika menetapkan diri maju dalam pemilukada beberapa tahun lalu. Ahok maju dalam pemilihan Gub-cagug DKI karena terinspirasi oleh nasihat bapaknya.

Kata bapaknya Ahok, jika ingin menyejahterakan masyarakat banyak, maka menjadi pemimpin atau kepala daerah adalah jalan keluarnya. Jika kita hanya menjadi masyarakat biasa dan menyumbang uang 1 miliar rupiah untuk kaum miskin, maka bantuan itu akan selesai manakala uang itu habis dikonsumsi oleh orang-orang miskin tersebut. Kita tidak memiliki peluang menyejahterakan lebih dari itu karena terbatasnya kekuasaan yang kita miliki. Berbeda jika menjadi seorang kepala daerah. Seorang kepala daerah memiliki kewenangan dalam merancang kebijakan. Dengan kewenangan yang dimilikinya, dia bisa mengangkat harkat dan kesejahteraan rakyatnya. Kebijakan prorakyat yang dijalaninya akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang dipimpinnya. Berbekal tekad mulia itulah Ahok maju mencalonkan diri dalam pemilukada Bupati Belitung Timur, hingga menjadi Pelaksana Tugas Gubernur DKI pada hari ini.

Kawan, menyimak sepak terjang Ahok, rasanya tak ada ruginya kita ber-nawaitu baik. Niat yang baik itu akan melahirkan jutaan kebaikan sebagai turunannya. Ahok, sekalipun berhadapan dengan aneka resistensi dari kelompok-kelompok tertentu, mayoritas masyarakat sangat mendukung cara-caranya dalam menciptakan ketertiban dan kesejahteraan masyarakat DKI.

Kita bisa menarik hikmah dari keteladanan Ahok. Bahwa setiap niat yang baik akan berbuah baik pula. Bahwa setiap aktivitas yang didasari tujuan mulia, pada akhirnya akan berbuah mulia pula. Setiap kebaikan yang kita tanam, cepat atau lambat akan berdampak positif terhadap kehidupan dan masa depan kita. Jika saat ini kita sedang bercita-cita untuk mendapatkan kebaikan Tuhan melalui bakal calon pendamping hidup, maka jangan segan-segan untuk menanamkan kebaikan.

Jodoh yang kita peroleh, sudah bisa dipastikan, salah satunya diakibatkan oleh kebaikan yang selama ini kita semai dan kita besarkan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*