Ah, Jangan Kau Sepelekan Dia!

Ah, Jangan Kau Sepelekan Dia!Tak ada jaminan bahwa cewek cantik lebih enteng jodohnya dibandingkan dengan cewek yang segala sesuatunya serba pas-pasan. Bagi kamu yang dikarunia Tuhan tubuh semampai, wajah elok, dan daya pikat yang luar biasa, janganlah sombong dan mengerdikan arti kehadiran temanmu yang fisiknya diliputi kekurangan. Sebaliknya, bagi kalian yang memang segala sesuatunya serba pas-pasan janganlah berkecil hati. Bagaimanapun juga, di sisi kekuranganmu, Allah menyisipkan kelebihanmu. Dan itulah yang menjadi daya tarik bagi calon jodohmu.

Sedikit saya ceritakan tentang seorang perempuan yang banyak disisihkan oleh teman-teman kerjanya. Sebut saja dia Qona’ah. Ya, perempuan yang telah lama mengabdi sebagai tenaga pengajar di sebuah sekolah swasta ini, pada suatu hari datang menemui istri saya. Diceritakannya kepada istri saya tentang harapan masa depannya. Dia sudah berkali-kali ditanya oleh kedua orang tuanya tentang calon suaminya. Pertanyaan yang sangat sulit dijawab mengingat hingga saat itu belum satu pun lelaki yang menyatakan cinta kepadanya.

Keesokan harinya istri saya menyampaikan hal tersebut kepada saya.
“Tunggu, seingatku ada kawan sekantor yang juga sedang mencari pasangan hidup. Coba kita pertemukan saja keduanya. Siapa tahu memang mereka berjodoh, ” jawab saya.

Singkat cerita, bertemulah keduanya. Alhamdulillah, rupanya jalan yang saya tebar itu merupakan cara Allah menganugerahkan jodoh bagi keduanya. Dan setelah saling bertemu dengan kedua orang tua masing-masing, tercapailah kesepakan di antara keduanya untuk membangun bahtera rumah tangga yang mereka idam-idamkan sejak lama.

Pernikahan mereka sungguh telah mengundang kehebohan di lingkungan tempat kerja istri saya. Betapa seseorang yang telah dicap sulit jodohnya tiba-tiba menikah mendahului mereka yang telah meng-underestimate-nya. Pertanyaan penuh heran dan rasa tidak percaya dengan kabar tersebut menyebar seantero lingkungan tempat istri saya bekerja.

Pascaperistiwa itu saya dan istri akhirnya dikenal di lingkungan tempat kerja istri sebagai mak comblang kelas wahid. Pikir mereka, kartu mati saja bisa laku, apalagi mereka yang physically lebih segala-galanya dibandingkan Qona’ah. Beberapa permintaan pun datang mengalir dari teman-teman istri saya. Mereka juga minta dicarikan pasangan.

Semua permintaan itu saya penuhi. Saya coba hunting di lingkungan kantor saya, mencari para bujang yang sedang mencari jodoh. Namun, keberhasilan pertama itu tak diikuti kesuksesan lanjutan. Sulit, sunggguh sulit bagi saya untuk bisa mengulang kegemilangan yang sebelumnya telah dicapai. Dan dengan permohonan yang amat mendalam, saya sampaikan berita kegagalan tersebut kepada teman-teman istri saya.

Ya, begitulah Kawan. Jodoh itu tak terbatasi oleh kekurangan maupun kelebihan yang kita miliki. Oleh karena itu, jangan sekali-kali mengecilkan dan memandang remeh seseorang yang dilihat dari segi harta yang dimilikinya atau dari penampilan fisiknya penuh ketidaklayakan. Sebab, jika Allah berkehendak, semua yang kita pandang imposible itu bisa berubah menjadi hal yang nyata. Mari kita jaga hati dan lisan kita agar tidak terjerembab pada perbuatan yang menjadi bumerang bagi sulitnya jodoh kita sendiri.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*