6 Langkah Mengatasi Cinta Terlarang

6 Langkah Mengatasi Cinta TerlarangCinta datang dan bersemi, sayangnya hinggap di hati seorang perempuan yang sudah bersuami. Lumayan ribet juga dibuatnya. Apalagi jika dia adalah teman sekantor kita. Setiap hari, di samping masih kontak mata, kamu juga masih kontak hati dengannya. Bagaimana mengatasinya?

Menurut William McCoy, kita harus tahu diri untuk urusan yang satu ini. Jika dia tetap bertahan dengan keputusan untuk tetap mengukuhkan pernikahan yang sedang dijalaninya saat ini, maka kita harus menghormatinya. Tentu tidak segampang itu kamu bisa mengatasi perasaanmu. Namun demikian, kamu harus berusaha menyadari realitas yang ada, lalu segera melangkah jauh ke depan dan meninggalkannya. Bagaimana langkah konkretnya? Silakan simak nasihat William McCoy berikut ini.

1. Buang Semua Benda Kenangan
Kamu tentunya saat ini masih mengoleksi surat, kartu ucapan, atau hadiah-hadiah yang pernah diberikan olehnya. Jika perempuan itu dulunya kekasihmu lalu menikah dengan orang lain, silakan saja untuk menyimpan satu atau dua benda kenangan tersebut. Benda tersebut dikoleksi semata-mata untuk mengenang cinta kasih yang pernah terjalin dengan dirinya. Tetapi, jika dia menjadi kekasihmu setelah menjadi istri orang, ada baiknya membuang semua benda kenangan tersebut jauh-jauh. Di samping memang sudah tidak perlu dipajang lagi, benda-benda tersebut juga bisa membuat berabe dirimu sendiri. Coba bayangkan, bagaimana reaksi orang jika mendapati fotomu tengah bersanding dengan istri orang.

2. Hapus Semua Pesan Elektronik dari Gadget-mu
Semua email, SMS, teks BBM, pokoknya semua pesan elektronik yang pernah kamu terima harus dihapus sebersih-bersihnya. Tetap mempertahankan pesan-pesan tersebut hanya akan menimbulkan kesulitanmu untuk bisa move on dalam kehidupanmu selanjutnya.

3. Bersosialisasilah
Bergabunglah dengan kehidupan sosial yang ada di sekeliling tempat tinggalmu. Kamu bisa menghidupkan kembali aktivitas olah raga kegemaranmu, atau menjelajahi lagi hobi-hobi masa lalumu. Upaya ini merupakan bagian dari ikhtiar pencegahan terjalinnya kembali cinta terlarangmu dengan dirinya. Kesempatan ini pun bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menjalin silaturahmi. Semoga saja kamu mendapatkan pengganti kekasihmu yang telah pergi itu.

4. Jangan Menjalin Cinta Kembali Sebelum Benar-benar Siap
Banyak di antara kita yang cepat-cepat menjalin cinta kembali sesaat setelah bubaran dengan kencan sebelumnya. Prilaku ini sangat tidak dianjurkan. Kamu boleh berkencan kembali setelah dirimu benar-benar pulih dari patah hatimu. Terlalu cepat memutuskan untuk berkencan kembali, dikhawatirkan, akan membuatmu terjerumus ke lubang yang sama. Itu akan menyakitkan sekali bagimu. Jalinlah kembali cintamu setelah kamu benar-benar merasa siap.

5. Ekspresikan Rasa Galaumu dengan Berbagai Cara
Silakan saja menangis sekeras-kerasnya. Tulislah surat yang berisi kemarahanmu, tapi jangan dikirimkan kepadanya. Pergilah ke atas bukit lalu berteriaklah sekencang-kencangnya. Begitu semua rasa frustasi itu sudah kamu ekspresikan, maka beban di dadamu akan berkurang. Curahkan semua pengalaman pahitmu itu kepada anggota keluargamu atau temanmu yang paling dekat. Jika memungkinkan, kunjungi juga para terapis. Jika cinta yang terlarang itu memang berbau perselingkuhan, ada baiknya kamu menemui konselor perkawinan untuk mendiskusikan mengenai resep terbaik yang bisa membantumu move on.

6. Segera Pindah Kerja atau Beralih Profesi
Jika mantanmu yang telah bersuami itu kebetulan teman sekantormu, sebaiknya kamu segera pindah kerja atau beralih profesi saja. Sampaikan kepada kepala bagianmu bahwa demi kebaikan bersama sebaiknya kamu dipindahkan ke bagian lain. Jika dengan cara tersebut, permasalahan tetap tidak terpecahkan, sebaiknya kamu beralih profesi saja. Menjadi blogger seperti saya, misalnya. šŸ™‚

Itulah ke-6 langkah yang disarankan oleh William McCoy jika kamu sedang terbelit cinta terlarang. Namun begitu, semuanya dikembalikan kepadamu. Tips tersebut akan berhasil guna jika kamu memang benar-benar berniat mengentas diri dari perbuatan terlarang tersebut. Jika sebaliknya, lebih baik lupakan saja semua nasihat tersebut.

4 Comments

  1. ku sesali diriku telah memilih jalan ini
    aku seorang mahasiswa yang sementara ini lagi menyusun skripsi
    kemudian aku diajak kerja rumah tangga salah satu dosen dikampus
    bukannya aku dekat dengan dosen malahan aku jauh lebih dekat dengan suaminya
    sekarang kusadar bangat kalau ini salah, jika kukembangkan rasa ini
    tapi sulit rasanya untuk lepas dari keluarga ini, karena aku udah dekat bangat dengan anak-anaknya, n sumpah… aku tenang bangat jika dekat dengannya n ……tapi sakit hati ini jika ia memarahiku…..

    beri aku saran sehingga aku lebih bisa ambil keputusan untuk meninggalkan keluarga ini……please!!!!!!!!!!!!!

    • Move on sesegera mungkin. Jangan menjadikan kedekatan dengan anak-anaknya sebagai alasan. Ketenangan yang dirasakan saat ini hanyalah ketenangan semu belaka. Kalau Anda ingin menyelamatkan masa depan Anda sendiri dan masa depan keluarga tersebut, segeralah move on!

  2. makasih gan atas tips nya
    smoga bermanfaat buat kita smuanya
    amien

  3. Izinkan sy tuk berbagi,,,
    Saat ini sy berusia 24 taun. Lima taun lalu saat msh belajar di pesantren, sy jatuh hati pd seorg ibu rumah tangga, putri dari Pimpinan Pesantren. Awalnya tdk mslh krn sy hny menyimpan rasa ini di hati. Sampai kami berkomunikasi lwt hp dan mjd sangat “dekat”. Singkat cerita, kami menjalin kedekatan sangat intim selama lima taun. Dia sangat mencintai sy, wlwpun tau rumah tangganya ttp harus dipertahankan demi nama baik keluarga besar dan lembaga pendidikan ayahnya. Sy pun mencintainya krn hny dia satu2nya wanita idaman bagi sy.
    Namun kejadian demi kejadian yg nyaris mbuat rmh tangganya berantakan, mbuat kami sadar akan peringatan Tuhan.
    Kini, untuk kesekian kalinya kami brusaha menghentikan hubungan ini.
    Tapi yg sy tanyakan : MENGAPA SY TDK BISA KEMBALI MENJADI DIRI SENDIRI YG DULU YG KHUSUK DAN DEKAT DGN TUHAN ?
    BAGAIMANA CARANYA MENGEMBALIKAN PASSION DAN SEMANGAT MERAIH CITA-CITA? trims…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*