Siapkah Kamu Kehilangan Cintanya?

BreakupSaya baru saja kehilangan telepon genggam. Bukan sekedar hilangnya hape tersebut yang saya tangisi, melainkan raibnya begitu banyaknya data tak ternilai harganya yang ada di dalamnya.

Sejenak saya larut dalam rasa mangkel dan galau luar biasa. Untung saya masih waras, masih bisa berpikir rasional dengan cara berangkat ke galeri operator penyedia layanan kartu SIM. Saya minta agar sang operator segera memblokir nomor yang selama ini saya gunakan lalu mengalihkan nomor itu ke kartu baru.

Seandainya terus menerus larut dalam kesedihan, mungkin saya tak bisa berpikir secara proporsional dan rasional. Akibatnya, kawan-kawan lama saya akan menemui kesulitan saat menghubungi saya lewat hapenya.

Hikmah yang bisa saya tarik dari peristiwa tersebut adalah tentang arti sebuah kehilangan. Kita memang harus siap kehilangan sesuatu yang kita sukai, sesuatu yang kita cintai. Termasuk di dalamnya adalah hilangnya cinta dan kasih sayang pasangan hidup kita.

Kita pun harus siap bila dia pindah ke lain hati. Akan ada sejumlah alasan yang menyebabkan dia berbuat hal menyakitkan itu. Dia bisa menyiapkan sederet argumen untuk menangkis segala serangan yang menyudutkan dirinya. Dia sudah siap dengan jawaban atas pertanyaan mengapa dia meninggalkanmu?

Ya, kita harus siapkan mental sejak pertama berkenalan dengannya. Sehingga, ketika dia meninggalkanmu, sakitnya gak parah-parah amat. Hidup memang penuh dinamika. Kadang datangnya peristiwa tidak disangka-sangka. Apakah itu peristiwa menyenangkan maupun yang menyakitkan sekalipun.

Sebagaian dari sobat-sobat kita telah mengambil cara-cara tragis pascaterluka hatinya akibat perpisahan. Sesungguhnya mereka sangat tidak siap menerima kenyataan tersebut. Selama bertahun-tahun dininabobokan oleh kesenangan dan harapan. Namun, semua jalinan cinta itu akhirnya pupus sudah hingga tandas; tidak berbekas sama sekali. Mereka merasa tidak siap dengan kenyataan pahit ini.

Roda kehidupan bisa berputar ke arah yang menyenangkan dan di lain hari akan bergeser menuju arah penuh ketidaknyamanan. Kita harus selalu siap menghadapi itu semua. Tuhan juga sudah memaktubkannya di dalam kitab suci bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi.

Jangan kaget dengan segala perubahan ini. Siapkan mentalmu dari sekarang. Bersiaplah menghadapi hal dan peristiwa yang tak sesuai dengan harapan kita. Camkan baik-baik dalam sanubarimu yang paling dalam, bahwa malam berpasangan denga siang, lelaki berpasangan dengan perempuan, dan di mana ada pertemuan pasti akan ada perpisahan.

Kita harus siap jatuh tapi untuk bangkit kembali. Bukan terus terpuruk dalam kesedihan berkepanjangan. Apa yang kita miliki hari ini adalah titipan semata. Kita harus siap kehilangan itu semua. Kita harus siap kehilangan harta, jabatan, fasilitas, termasuk kehilangan cinta suci si dia.

2 Comments

  1. siap tidak siap harus siap booooooooooooooooooooooooooooooooooooooos http://elbaruqy.blogspot.com

  2. Wah infonya GW banget. Makasih dah sharing bro….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>