Petiklah Hikmah dari Kegagalan dan Penolakan

Petiklah Hikmah dari Kegagalan dan PenolakanSeorang pengunjung setia blog ini berkirim email kepada saya: “Saya suka sekali dengan rubrik2 yang di sajikan di situs ini,terimakasih telah banyak memberi pencerahan&penyemangat,,tulisan pertama yng aku temukan “Ketika Ta’arup Gagal…memamg itu yg sedang dialami saat ini..tolong do’kan mudah2an dipertemukan dg jodoh ku yg terbaik untuk ku menurut Allah..amiin
Terimakasih banyak”.

Saya tidak pernah merasa bosan untuk mengangkat tema tentang KEGAGALAN yang dialami dalam berikhtiar mendapatkan jodoh. Setelah semua kegagalan itu saya lewati, semuanya berakhir indah. Saya tidak pernah menyesali semua penolakan yang saya terima. Justru karena semua penolakan itu, akhirnya, saya bisa berjodoh dengan seseorang yang saya nilai nyaris sempurna. Coba kalau dulu saya jadi berjodoh dengan si fulani, apa jadinya dengan rumah tangga saya.

Penolakan sesungguhnya merupakan proses seleksi yang sedang Tuhan lakukan. Penolakan juga merupakan ujian atas kesabaran kita. Jadi, jangan terus rendah diri manakala ditolak cinta oleh seseorang. Setelah terjerembab dalam kegagalan, kewajiban kita hanyalah bangkit dan melanjutkan ikhtiar.

Mungkin saja kamu besungut-sungut, “Enak saja ngomong seperti itu. Sampeyan tidak tahu bagaimana sakitnya hati ini!”.

Harap tahu, kawan! Apa yang sedang kamu rasakan juga pernah saya rasakan. Bahkan mungkin saja jauh lebih sakit dari yang kamu rasakan. Saya pernah diterima lamaran oleh seseorang. Dan keberangkatan saya melamar seseorang itu disertai oleh tetangga sekampung. Hanya dalam hitungan minggu, tiba-tiba tunangan saya membatalkan secara sepihak rencana pernikahan yang telah dipersiapkan. Semoga kamu bisa merasakan bagaimana malunya saya oleh para tetangga.

Berkat menyandarkan semua kepercayaan kepada Tuhan, semua itu bisa dilewati dengan baik. Dan hanya dalam hitungan minggu pula, pascapenolakan itu saya bisa menikahi seorang gadis. Alhamdulillah, hingga hari ini kami bisa bertahan dari terpaan badai yang datang. Kami dikarunia anak-anak yang manis dan, insya Allah, salih dan salihah.

Saya berkali-kali mengalami penolakan, mulai dari penolakan tersirat sampai penolakan yang sangat kasar; mulai dari tidak ditemui, tidak dibukakan pintu, hingga dibiarkan kehujanan di luar. Saya sangat bersyukur telah diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk berkali-kali melewati semua kegagalan itu. Seluruh bentuk penolakan yang saya terima, ternyata sangat-sangat indah bila dikenang. Dan berkat kegagalan dan penolakan tersebut, saya bisa membekali anak-anak saya dengan rasa percaya diri dalam menghadapi galaunya kehidupan. Ternyata, semua ada hikmahnya. Petiklah semua hikmah dalam semua penolakan dan kegagalan. Insya Allah, kamu akan merasakan manfaatnya. Percayalah!

One Comment

  1. Yep, penolakan memang selalu menyesakkan hati, sekalipun kita sudah menduga-duga akan terjadi. Canggihnya lagi adalah ketika ditolak, tubuh fisik juga benar-benar merasakan terpukul dan tersakiti, misalnya seperti di dada, kepala, dsb. Saya sempat bahas panjang lebar tentang itu di artikel Kenapa Penolakan Sebenarnya Berguna?, mungkin bisa jadi referensi pencerahan buat kamu. 🙂

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*