Maka Tersenyumlah pada Kegagalan dan Kegalauan

Maka Tersenyumlah pada Kegagalan dan KegalauanDi depan rumah mantan pacarnya di Rawabugel, Margamulya, Bekasi Utara, Minggu (11/11/2012), seorang pemuda nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon belimbing.   

Begitulah berita yang saya baca pada salah satu portal beberapa waktu lalu. Sebagai seorang yang pernah dikecewakan oleh seorang perempuan, saya hanya bisa mengelus dada. Betapa bodohnya tindakan yang dilakukan oleh kawan kita yang satu ini.

Saya bisa memahami bagaimana berdarah-darahnya luka hati si pemuda itu karena saya pernah mengalaminya. Tapi, sebagaimana saya sampaikan pada postingan lalu, patah hati sesungguhnya bisa dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Untuk saat ini, penderitaan tersebut memang sangat berat untuk dipikul. Tunggullah beberapa saat ke depan. Semua derita itu akan hanya tinggal kenangan yang manis untuk dikenang.

Jangan cepat-cepat memutuskan untuk melukai diri, lebih-lebih mengakhiri hidup, hanya karena gagal dalam urusan cinta. Semua orang yang pernah mengalami kegagalan dalam urusan cinta, pasti akan menerima semua hikmah di balik kegagalan tersebut. Saya berani mengatakan itu karena pernah jatuh bangun menjalaninya. Hari ini, semua rasa sakit yang pernah saya rasakan itu telah terobati dengan hadirnya jodoh yang telah Tuhan persiapkan. Kuncinya, tinggal ikhtiar, ikhtiar, dan ikhtiar.

Kegagalan yang kita terima seharusnya menjadi cambuk untuk meraih kesuksesan yang telah menanti. Kata Dahlan Iskan, kita harus berterima kasih kepada Tuhan jika diberi kesempatan untuk menikmati kegagalan sebab dari kegagalan tersebut kita banyak belajar.

Kegalauan akibat kegagalan yang kita terima harus dijadikan teman. Tersenyumlah pada kegalauan. Terimalah kegalauan layaknya tamu yang datang dan pergi ke beranda rumah kita. Begitu yang disampaikan Chairul Tanjung. Menurut Chairul, dengan menganggap kegalauan sebagai teman, maka kita juga akan menganggapnya sebagai teman yang akan kita berikan sambutan layaknya teman. Berikan senyuman saat kegalauan itu datang. Kegaluan bukanlah hambatan, namun hanya sebagai teman yang harus diberikan senyuman.

Sobat, cinta memang perlu pengorbanan tapi jangan biarkan diri kita menjadi korban jeratan cinta.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*