Minta Jodoh kepada Orang Pintar, Cape Deh!

Minta Jodoh kepada Orang Pintar, Cape Deh!“Dul, tolong pinjami saya korek api!” pinta Ustad Farid pada seorang jama’ah pengjian sore itu.

“Maaf Ustad, tak satu pun perokok menjadi jama’ah pengajian ini. Jadi, tak akan ada yang bisa meminjamkan korek api kepada Ustad,” jawab seorang jama’ah yang dipanggil ‘Dul’ tadi.

“Kalau begitu, tolong cari pinjaman ke pedagang yang mangkal di luar masjid,” lanjut Ustad Farid.

Sungguh saya tidak paham dengan maksud Ustad Farid. Untuk apa Beliau mencari pinjaman korek api. Ini kan pengajian. Apa setelah pengajian akan ada atraksi bakar-bakaran?

“Nah, seorang guru yang baik harus bisa menjelaskan materi pelajaran dengan alat peraga yang mewakili…..Semoga korek api ini dapat menjelaskan secara gamblang mengenai sifat jin,” kata Ustad Farid setelah menerima korek api dari Pak Dul. Tampaknya Beliau sedang mencoba menjawab rasa penasaran jama’ahnya.

“Jin itu diciptakan dari api. Jadi, sifat dan perbuatan jin tidak akan jauh beda dari sifat api itu sendiri. Misalnya, api dapat menyala. Namun, dalam tempo yang singkat ia bisa segera menghilang seperti padamnya api pada korek api ini,” lanjut Ustad Farid sambil menyalakan lalu memadamkan api pada korek api tersebut.

Selanjutnya ustad yang mengisi pengajian setiap minggu ketiga di surau kami ini menjelaskan bahwa jin adalah makhluk yang ditakdirkan dapat bergerak menembus kecepatan cahaya. Maka wajarlah jika pagi ini ia masih berkeliaran di New York tapi dalam tempo sekejap sudah ada di Jakarta.

Meskipun para jin memiliki “keunggulan” seperti itu, sesungguhnya derajat kita jauh lebih tinggi daripada mereka. Letak tingginya derajat kita dapat dibuktikan, antara lain, dari begitu jomplangnya perbedaan akhlak manusia dengan jin. Manusia paling nakal di dunia ini adalah ukuran untuk jin paling saleh di alam sana.

Yang saleh saja perbuatannya masih mursal, lantas bagaimana dengan prilaku jin yang jahat. Oleh sebab itu, Ustad Farid mewanti-wanti agar kita tidak sekali-kali menggunakan jasa jin guna mewujudkan hajat kita. Soalnya, pasti ada pamrihnya.

Permintaan jin itu sangat nyleneh dan mengada-ada. Beberapa waktu lalu, masyarakat Kelurahan Kebon Manis, Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah digegerkan dengan hilangnya jenazah Endah Setyowati (24) dari liang lahatnya. Saat ditemukan, kondisi jenazah sangat memprihatinkan. Bagian kepalanya telah terpisah dari tubuhnya.

Menurut Ustad Farid, si pelaku kejahatan tersebut bisa dipastikan seorang penganut ilmu hitam. Ia bergerak berdasarkan bisikan jin yang menguasainya. Bisa jadi orang itu telah diperintahkan oleh jin itu untuk membongkar makam dengan tangan telanjang, tanpa menggunakan alat apa pun. Memang seperti itulah jin. Dia memperdaya pengikutnya dengan perintah-perintah yang sangat di luar nalar.

Ustad Farid memperdiksi bahwa si pembongkar makam juga telah melepas kepala jenazah juga tidak dengan  alat, melainkan dengan (maaf) mulut dan giginya sendiri. Memang laku seperti itulah yang dilakukan orang-orang sesat demi mendapatkan kesaktian atau  titel sebagai “orang pintar”.

Tiba-tiba saja perut saya merasa mual. O, Tuhan. Demi ilmu pelet, demi pengasihan, demi suatu kesaktian, orang-orang sesat itu melakukan cara sejijik itu. Lantas, jika kita meminta pertolongan kepada orang-orang sesat itu demi mendapatkan solusi karena diputus pacar atau disebabkan cinta ditolak, tidakkah kita juga termasuk bagian dari mereka?

Nauzu billahi min zalik. Jangan lakukan itu semua. Mintalah jodoh kepada Sang Pemilik Jodoh. Bukan kepada orang-orang yang hidupnya dikendalikan jin sesat itu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*