Konsisten

KonsistenTak ada perbuatan sangat terpuji, kecuali perbuatan baik yang dilakukan secara konsisten. Bersedekah lima ribu rupiah yang dilakukan secara konsisten, misalnya, jauh lebih baik daripada bersedekah lima juta tapi hanya sekali saja dalam seumur hidup.

Lebih baik lagi jika bisa bersedekah lima juta bahkan lebih dari itu tapi konsisten melaksanakannya.

Sebagian kegagalan lebih banyak diakibatkan oleh ketidaktahanan kita untuk bersikap konsisten. Pedagang yang tidak konsisten akan segera menghentikan aktivitas bisnisnya ketika dia merasa lemah dalam menghadapi tantangan. Ia tinggalkan satu jenis usaha sebelum mencapai taraf berhasil. Kemudian, beralihlah usahanya ke bidang lain yang menurutnya sangat gampang.

Ia lupa Presiden John F. Kennedy pernah berujar bahwa proyek penadaratan manusia di bulan dibuat bukan karena berangkat ke bulan itu gampang. Justru sebaliknya: Sulit, Cing!.

Sekalipun tidak sesulit melakukan perjalanan ke luar angkasa, harap diingat bahwa meraih cinta pun tidak segampang membalikkan telapak tangan. Ada  tantangan yang mesti kita hadapi. Ada perjuangan yang mesti kita jalani. Seluruh proses itu sangat memerlukan sikap konsisten kita.

Teman saya, seorang bintang kampus, pernah saya tanya mengenai alasannya memilih pria yang saat ini menjadi suaminya. Berdasarkan penilaian yang sangat kasat mata, suaminya itu jauh untuk disebut ganteng.

Dari sejumlah lelaki yang melakukan pedekate padanya, banyak yang jauh lebih ganteng dan lebih kaya daripada suaminya sekarang. Mengapa teman saya menjatuhkan pilihannya pada lelaki yang tidak ganteng itu? Jawabannya hanya satu: Dia adalah satu-satunya lelaki yang bisa bersikap konsisten menunjukkan kasih sayang kepadanya. Hingga sekarang.

Pada akhirnya, sikap konsistenlah yang menjadi penentu kemenangan atas segala sepak terjang kita. Cinta hanya akan menoleh pada seseorang yang mampu menunjukkan sikap konsisten itu. Mohon dicamkan!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*