Jangan Pernah Berhenti pada Langkah Ke-1009

Refused LoveSiapa sih yang tak kenal Kolonel Sanders? Mulai dari murid TK hingga pengayuh becak mengenal tawa lepas kakek asal Amerika ini. Di tiap sudut dan persimpangan kota hampir tak ada ruang tanpa papan reklame Kolonel Sanders. Tawanya lepas; tanpa tersirat beban berat sedang menggelayuti dirinya.

Ya, hampir setiap manusia di permukaan bumi ini lekat dengan citra Kolonel Sanders beserta Kentucky Fried Chicken-nya. Bisnis waralaba ayam goreng ini begitu menggurita di mana-mana. Sepertinya kita tak asing dengan taglines KFC: Jagonya ayam (oleh Dagadu Jogja diplesetkan mejadi Jagalnya Ayam! He-heh-hehhh….. Aya-aya wae! )

Semudah itukah Kolonel Sanders meraih suksesnya? Tentu tidak, Kawan. Dalam usia yang telah mencapai angka 65 ia datang mengetuk pintu ke pintu, berharap ada seseorang yang mau menerima resepnya. Selama dua tahun ia berkelana dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya hanya untuk meyakinkan para pemilik restoran tentang dahsyatnya resep ayam goreng miliknya. Tahukah kamu berapa kali dia ditolak? Tak kurang dari 1009 kali.

Seandainya waktu itu perjuangan Kolonel Sanders terhenti di penolakan ke-1009, mungkin Ujang Solehudin, pengayuh becak asal Desa Cugenang tidak akan pernah mencicipi lezatnya ayam goreng bikinan kolonel tua itu.

“The key to success is to decide what’s most important to you and then take massive action each day to make it better, even when it doesn’t look as if it’s working.” Demikian disampaikan oleh seorang kawan blogger saya.

Yess, setiap nawaitu memang memerlukan upaya bermental baja dan kerja keras. Jangan berharap sukses akan melenggang dengan tenangnya, nyaris tanpa beban datang menghampiri kita. Beraksi dan terus bereaksi setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik; sekalipun di matamu tampaknya mustahil bisa berhasil.

Kata Ustad Syafii Antonio, hanya manusia yang mampu melawan kemustahilan hingga menjadi hal nyata. Siapa sangka hari ini manusia bisa terbang, padahal tak punya sayap. Siapa duga manusia bisa menyelam padahal tak punya insang.

Nah, dalam urusan jodoh pun demikian, Brother! Kamu khan baru ditolak seratus kali. Belum seberapa. Coba bandingkan dengan penolakan yang diterima Kolonel Sanders. So, sangat tidak masuk akal kalau kamu kemudian terus mutung dan menghentikan perjuanganmu di tengah jalan. Ditolak Silvy, dicuekin Dewi, gak digubris sama Markonah, itu mah bukan penghalang atuh. Pede aja lagi! Coba bikin ikrar untuk dirimu sendiri bahwa semua penolakan itu adalah sukses meraih cintamu yang tertunda.

Teruskan perjuanganmu. Saya yakin, bahkan haqqul yaqien, bahwa di urutan ke sembilan, sepuluh, seratus, atau mungkin pada urutan ke seribu sekian jodohmu tengah menanti. Dan kualitas cewek yang menolakmu saat ini gak ada apa-apanya dibandingkan dengan jodohmu kelak. Ayo, bangkit lagi, jangan terus terpuruk seperti itu. Teruskan perjuanganmu dan jangan pernah berhenti di langkah ke-1009.

One Comment

  1. Pingback: Restleting Sepatu yang Macet dan Jodoh | Tips Mencari Jodoh

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*