Ideologi Cinta Ketok Magic

Shy ManPada tahu 90-an pedangdut Evie Tamala pernah mempopulerkan sebuah lagu berjudul Cinta Ketok Magic. Lagu easy listening tersebut berisi petuah bagi yang sedang kasmaran agar tidak menutup-nutupi rasa cintanya.

Sang pencipta lagu tampaknya terilhami oleh praktik bengkel ketok magic yang  waktu itu cukup marak  menjadi mata pencaharian saudara-saudara kita, khususnya yang berasal dari Blitar, Jawa Timur. Pekerja di  bengkel ketok magic, saat memperbaiki body mobil  yang penyok, selalu  menutupi sekeliling tempat usahanya itu dengan seng atau gedek.

Tabu bagi mereka seandainya aktivitasnya itu bisa diintip oleh orang-orang yang tidak berhak untuk mengetahuinya. Jangankan lubang menganga, celah setitik pun tidak disisakan oleh mereka. Siapa pun, kecuali pemilik bengkel dan beberapa pekerja tentunya, akan kesulitan untuk mengetahui diapakan saja mobil yang menjadi pasien bengkel ketok magic.

Dalam dunia percintaan pun kita mengenal ideologi pedekate ala ketok magic. Ciri-ciri utama penganut faham ini: pertama, berusaha serapat mungkin merahasiakan rasa cintanya; kedua, kalau naksir senantiasa menerapkan gaya lempar-lempar manggis; ketiga, nembak sekedar untung-untungan alias sekenanya; keempat, memiliki prinsip “kalau diterima syukur kagak diterima juga gak apa-apa.”

Apakah kamu sedang kasmaran juga merangkap sebagai penganut faham bengkel ketok magic? Di permukaan kamu bersikap cuek bebek, padahal hatimu benar-benar gundah gulana setelah bertatapan mata  dengan si dia. Bila kamu terkategorikan sebagai penganut ideologi ini, bersiap-siaplah untuk menyesal sepanjang masa karena cepat atau lambat sasaran tembakmu akan segera menghilang dari pandangan.

Sasaran tembakmu menunggu kepastian cintamu. Kalau kamu terus menerus berpedekate ala ketok magic, lama-lama  rasa cintanya  akan bermigrasi ke lain hati. Seandainya ending  jelek itu terjadi, jangan kau ratapi nasib burukmu lalu berharap kembali ke rahim ibu. Kamu telah kalah oleh kelihaian action langsung competitor-mu. Dalam sekejap kamu telah di-skak mat olehnya.

Bagaimana mungkin sasaran tembakmu bisa menanggapi rasa cintamu dengan serius, Brother, kalau kamu bersikukuh menjadi penganut fanatik ideologi cinta ketok magic. Para pejuang cinta sejati yang berjibaku mati-matian saja bisa ditanggapi garing, lebih-lebih kamu yang berjuang asal-asalan.

Saya juga ngerti, kamu mengambil sikap seperti itu karena takut ditolak, khan? Gak usah berkecil hati, Bro. Pede aja lagi. Kalau tetep gak pede juga, baca resepnya di sini.

Tunjukkan saja perhatianmu kepada si dia sebagai bukti bahwa kamu suka kepadanya. Ya, awalnya bisa saja sinyal cintanya belum tampak membersit. Kamu jangan terus frustasi. Bersabar dulu, Coy. Jangan kauhentikan perjuanganmu di tengah jalan. Sikap istiqamahmu, ikhtiarmu, pengorbananmu, pasti membuahkan hasil. Setelah menyimak segala sepak terjangmu maka sinyal cinta dari si dia pun akan “on” dengan sendirinya.

Selanjutnya, segalanya akan kembali kepadamu jua. Apakah kamu mau memelihara sinyal cinta itu hingga berkedip penuh ataukah kembali melemah lagi. Pokoknya jangan biarkan sinyal cinta itu meredup bahkan drop karena kamu tidak rajin men-charge-nya.

Peliharalah dan tampakkan baik-baik rasa cinta dan sayangmu kepadanya karena itu anugerah terindah dari Yang Mahakuasa. Jangan kau tolak rasa sayangmu; menyatulah dengan rasa itu, Bro.

Setelah itu, segeralah  in action. Jangan biarkan sasaran tembakmu menghilang dari bidikan. Tariklah triger dengan lembut, lalu tembaklah dia. Jangan kaget kalau si dia terus jatuh terkapar setelah menerima ungkapan cintamu.

Selamat berjuang, Kawan!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*