House for Sale

House For SaleTak seperti biasanya, acara bercengkrama keluarga kami diwarnai isak tangis istri saya. Pendamping hidup saya itu bercerita tentang kesepakatan yang telah ditetapkan di antara dirinya dengan saudara-saudaranya mengenai rumah warisan orang tuanya. Ya, rumah itu kemungkinan akan segera dijual dan berpindah tangan kepada seseorang yang bukan kerabatnya.

Bagi dia rumah itu memang telah meninggalkan kenangan masa kecilnya yang sangat mendalam. Sekian lama ia bernaung di bawah atapnya. Bercengkrama dalam suka dan duka dengan saudara-saudaranya.

Hal yang paling membekas dan sulit dilupakan adalah mengenai kehangatan dan perhatian yang dirasakannya ketika kedua orang tuanya masih ada. Rumah itu telah menggoreskan kenangan yang sangat mendalam bagi istri saya. Rumah itu telah memberikan pengalaman indah yang sulit untuk dilupakan begitu saja.

Bisa dibayangkan bagaimana pedihnya perasaan istri saya. Beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian, ia melihat kelebat seseorang keluar-masuk rumah itu. Dia bukan sanak saudaranya.

Keharmonisan dalam rumah memberikan kenangan terindah bagi anak-anak kita. Inilah yang harus kita cari saat mengukuhkan diri dalam naungan rumah tangga.  Baiti jannati, rumahku adalah surgaku. Itulah sasaran yang harus kita tetapkan saat ini.

Selagi rencana pernikahan sedang disusun; selagi jodoh idaman sedang kita nantikan, tidak ada salahnya kita memulai sebuah rencana demi terciptanya keharmonisan di antara anggota keluarga kita.

Semoga kenangan yang kelak mengikuti perjalanan anak-anak kita adalah kenangan terindah. Sebuah kenangan tentang rasa damai yang mereka rasakan ketika masih satu atap dengan kita.

Semoga kenangan indah itulah yang terekam dalam memori anak-anak kita sehingga saat membangun keluarganya sendiri, mereka pun menciptakan kengatan seperti dalam rumah kenangan mereka itu.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*