Dayunglah Perahumu di Atas Air, Bukan Di Tempat Kering

Tempatkan Perahumu Di Atas Air, Bukan Di Atas TanahSeseorang yang bermimpi mencapai kesuksesan tetapi tidak mendekati jalan kesuksesan itu, menurut Penyair Bahar Basith dalam syairnya, ibarat mengayuh perahu di tempat kering.

Bagaimana dapat mencapai garis tepi kesuksesan itu jika kita mendayung perahu bukan pada tempatnya. So pasti, keberhasilan itu tinggal menjadi mimpi besar belaka. Kita hanya menggantang asap saja.

Keberhasilan apa pun, apakah itu karier, jodoh, maupun pencapaian rezeki, mesti diawali perjuangan dengan cara mendekati sumbernya. Jika karier yang kita kejar, maka kewajiban kita adalah bekerja dan terus bekerja pada garis karier yang kita inginkan.

Untuk jodoh pun demikian. Jika kita naksir seseorang, minimal kita harus kenal dulu dengan si dia yang kita impikan siang dan malam itu. Seandainya kita menarik diri bahkan menghindari untuk sekedar bertatap muka, bagaimana kontak batin itu akan bisa berlanjut hingga di pelaminan.

Seseorang yang telah menempatkan biduknya di sungai, akan jauh lebih baik daripada seseorang yang meletakkan perahu tersebut di tempat kering kerontang. Tentu akan terasa berat saat mengayuh biduk tersebut. Akan tetapi, pengorbanan waktu dan tenaga yang dicurahkan demi lajunya perahu tesebut tidak akan sia-sia jika perahu itu telah berada pada tempat peruntukannya. Perahu itu pada akhirnya akan membawa kita ke garis tepian yang diimpikan.

Seseorang yang mencoba memecahkan kebekuan dengan cara membuka komunikasi dengan pujaan hati impian siang malamnya, sama dengan seseorang yang telah mengayuh perahunya di atas air.

Probabilitas keberhasilannya jauh lebih baik daripada mereka yang masih saja berpangku tangan, menunggu datangnya wangsit atau wahyu pengantar jodohnya.

Pada tahapan manakah saat ini dirimu berada?

2 Comments

  1. Kalau kaum hawa walaupun paras rupa yg cantik jelita tapi jika da kekurangan salah satu diri nye yg xsempurna ada kah mungkin dia masih dpt di temukn jodoh :'(

  2. Aku lagi jatuh cinta sama yg puya pasangan( menikah) cinta kami begitu dahsatya, aku coba mengganti pasangan ke yg lain, namun sia2, ingatan ku selalu dgn dia. Dan setelah membaca artikel di atas, aku jadi ada harapan untuk berjuang dan menunggu dia( janda)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*