Ternyata Si Dia Banyak Saudaranya

Si dia dan saudaranya

giffysk8s.blogspot.com

Mendapatkan jodoh idaman yang memiliki keluarga besar sering kali membuat seseorang berpikir ulang, apakah menerima ataukah menolak. Mereka yang terbiasa hidup dalam keluarga kecil, tidak memiliki saudara kandung atau jumlah saudaranya sedikit, biasanya enggan mendapatkan jodoh idaman yang memiliki banyak saudara. Mereka yang hidup dalam keluarga kecil tidak terbiasa hidup dengan banyak saudara. Jadi perlu waktu bagi mereka untuk beradaptasi. Mereka perlu waktu untuk belajar mengenali keanekaragaman sifat dan karakter masing-masing saudara, menerima segala kekurangan dan kelebihan mereka serta melatih diri untuk berbagi.

Masalah yang muncul ternyata tidak hanya itu saja. Jika jodoh idamanmu adalah saudara tertua sedangkan adik-adiknya belum punya penghasilan sendiri, biasanya ia akan menanggung biaya hidup saudara-saudaranya. Kondisi inilah yang sering kali memunculkan perselisihan dan rasa iri. Bisa jadi kamu juga tidak terima jika sebagian besar penghasilan pasanganmu habis digunakan untuk membiayai keluarga besarnya.

Lalu apa yang harus kamu lakukan jika mendapatkan jodoh idaman dengan banyak saudara? Haruskah pernikahan dibatalkan karena resiko yang akan muncul ternyata begitu besar?

Kamu tidak perlu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Segala sesuatunya perlu dipikirkan dengan jernih. Pasti di balik munculnya permasalahan ada penyelesaiannya. Begitu pula dengan jodoh idamanmu yang memiliki banyak saudara tersebut. Cobalah kamu mengambil langkah-langkah berikut:

Pertama, menentukan pilihan tempat tinggal. Idealnya sebuah rumah tangga memang berdiri sendiri. Tidak bercampur dengan keluarga besar. Cobalah mengkomunikasikan dengan pasanganmu, mungkinkah kamu dan pasanganmu bisa memilih tempat tinggal sendiri. Jika tidak ada dana untuk membeli rumah sendiri, tidak ada salahnya mengontrak. Namun bagaimana jika ternyata opsi tersebut tidak bisa dilakukan dan kalian harus hidup serumah dengan keluarga besar? Jalankan langkah yang kedua selanjutnya.

Kedua, menciptakan area privasi. Kamu dan pasangan tentu ingin privasi kalian tetap terjaga. Jadi kamu bisa mengkomunikasikan dengan keluarga besar, bagaimana mengatur area rumah agar bisa menjaga privasi kalian. Misalnya membagi rumah menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah milik keluarga besarmu. Dan bagian kedua adalah milikmu dan pasangan. Kamu bisa menaruh sekat untuk memisahkan kedua area tersebut.

Ketiga, merinci tanggungan biaya hidup. Kamu perlu mengkomunikasikan hal ini dengan pasangan. Apakah ia memiliki tanggungan untuk membiayai keluarganya. Jika memang demikian, coba memprosentasenya. Lalu bandingkan, apakah prosentase tersebut melebihi kebutuhan hidup rumah tangga kalian? Jika tidak memberatkan, sebenarnya tidak masalah. Hitung-hitung untuk beramal. Jika ternyata membebani biaya rumah tangga kalian, berpikirlah mencarikan solusinya. Misalnya, membelajari mereka hidup mandiri dengan membuka usaha kecil-kecilan.

Mendapatkan jodoh idaman yang memiliki keluarga besar sebenarnya tidak selalu menimbulkan masalah. Yang penting kamu bisa mengkomunikasikan segala sesuatunya dengan baik dan tetap berpikir jernih ketika dihadapkan pada berbagai persoalan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*