Ruarrrr Biasa, 87 Tahun Rumah Tangga Mereka Tetap Bahagia!

pasangan tertua“Ruaarrr biasa!” Ucapan spontan itu meluncur begitu saja dari mulut saya ketika membaca berita tentang pasangan suami istri Karam (107) dan Katarai Chand (100) yang telah 87 tahun membina rumah tangganya dengan bahagia.

Lantas apa yang menjadi rahasia awetnya pernikahan mereka berdua? Ternyata jawaban keduanya sama, yakni, saling menjaga dan saling peduli satu sama lain.

“Saya berupaya membuat Katarai, istri saya, untuk selalu tertawa. Saya bikin joke-joke segar agar dia tertawa sampai berlinangan air mata,” ujar Karam.

Karam meyakini bahwa tertawa menjadi resep utama panjang umur dirinya dan istrinya.

“Lihatlah, istri saya masih hidup hingga sekarang. Ini adalah bukti bahwa tertawa memang benar-benar ampuh hingga menjadikannya berusia mencapai seratus tahun. Saya sangat mencintai istri saya dan sejak awal telah bertekad agar bisa mendampinginya hingga lebih dari 80 tahun,” lanjut Karam.

Pasangan asal Punjab India yang kini bermukim di Bradford Inggris ini pun bercerita tentangan hidangan yang mereka konsumsi setiap hari. Sejak awal menikah, Katarai Chand senantiasa menyajikan makanan sehat untuk suaminya. Kebetual keduanya seorang vegetarian sehingga mereka hanya mengonsumsi sayuran segar.

“Setiap malam saya hanya menyajikan sayuran segar dan meyakinkan bahwa suami saya benar-benar menyantap masakan saya tersebut hingga tandas,” kata Katarai Chand.

Bagi suami-istri yang telah dikaruniai 8 anak dan 28 cucu itu, kesehatan adalah nomor satu. Oleh sebab itu, hingga usia merambah satu abad keduanya saling menjaga kesehatan pasangannya.

pasngan tertua jugaKunci lain yang menjadikan pernikahan keduanya awet adalah saling menyediakan waktu yang cukup untuk bisa selalu berdua.

“Selama lebih dari lima puluh tahun, kami jarang sekali hidup terpisah. Kami berusaha agar pergi ke mana pun selalu berdua. Bahkan, setiap tahun kami berangkat ke India sekeluarga untuk menghadiri pernikahan sanak saudara di sana,” kata Karam.

Apa yang selama ini dilakukan oleh Karam dan Katarai sangat jauh dari kehidupan pasangan muda hari ini. Dahulu kehidupan pasangan diwarnai dengan budaya saling mendengar, saling memperhatikan. Hari ini, tidak sedikit pasangan yang sudah tidak saling peduli satu sama lain. Suami asyik menonton tayangan sepak bola di televisi, sementara sang istri tak kalah asyik dengan gadgetnya. Romantika kehidupan pada akhirnya menyerah pada perjalanan waktu.

Menurut Karam, jalinan cinta di antara pasangan harus disandarkan pada sikap saling memahami serta saling memperhatikan terhadap setiap persoalan yang sedang dihadapi oleh masing-masing pasangan. Kita harus menunjukkan perhatian terhadap apa yang dirasakan serta apa yang dikeluhkan oleh pasangan kita. Tidak sekedar itu, kita pun harus membantunya agar bisa mengatasi problem yang tengah dihadapinya.

Nah, bagi kalian yang saat ini masih dalam proses pedekate atau proses hunting calon pendamping, semoga nasihat dan pengalaman pasangan gaek ini bisa menjadi sebuah referensi. Semoga panjangnya kebahagiaan yang dialami Karam dan Katarai bisa menular pada rumah tangga kita. Amien Yaa Rabbal alamien.

Sumber: Mail Online

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*