Menikah Muda, Why Not?

Menikah muda

lakmesalon.com

Banyak orang bercita-cita untuk menikah dalam usia muda. Hal ini karena menikah di usia muda memiliki sejumlah nilai positif, antara lain sebagai berikut.

1. Tidak harus terburu-buru untuk punya momongan. Pasangan suami istri yang masih sama-sama muda dapat menunda untuk memiliki momongan untuk jangka waktu tertentu sehingga mereka dapat fokus ke karier dan meraih kemapanan terlebih dahulu. Hal ini berbeda dengan orang yang menikah ketika telah cukup umur. Umumnya mereka ingin cepat-cepat punya anak.

2. Usia dengan anak tidak terpaut jauh. Masih muda, tetapi anaknya sudah besar-besar. Hal ini tentu akan memberikan kenyamanan tersendiri. Ketika teman-teman sebaya masih repot mengurus anak-anak mereka yang masih balita, orang-orang yang menikah muda anaknya dan anak telah besar, telah terbebas dari kerepotan tersebut serta memiliki banyak waktu untuk melakukan hal lain.

3. Banyak belajar bersama bagaimana menjalankan rumah tangga dan berperan sebagai orang tua.

Hanya saja, di balik semua nilai positif dari menikah muda, ada pula nila negatifnya, antara lain usia yang belum matang dapat menjadi pemicu konflik antara suami istri, keluarga umumnya kurang mendudukung, dan membutuhkan persiapan mental yang ekstra.

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu juga berniat untuk mengakhiri masa lajang di usia muda? Jika demikian, tips-tips mencari jodoh di usia muda berikut ini layak untuk kamu simak.

1. Janganlah memutuskan untuk segera menikah ketika kamu merasa belum menemukan pasangan yang cocok, meskipun kamu sangat ingin menikah di usia muda. Ketergesa-gesaan mengambil keputusan dapat memunculkan penyelasan di belakang hari. Jadi, tunggulah hingga kamu mendapatkan jodoh idaman yang benar-benar kamu cari.

2. Orang-orang usia muda umumnya kehidupan ekonominya belum benar-benar mapan. Oleh karena itu, carilah pasangan atau jodoh yang siap untuk menjalani hidup yang penuh keterbatasan dan jauh dari kemewahan.

3. Pilihlah calon pendamping hidup yang keluarganya mendukung jika kalian menikah muda. Dengan dukungan atau restu dari keluarga, kamu dan pasangan kamu nantinya tidak akan sendiri ketika menghadapi berbagai masalah. Keluarga yang mendukung anaknya menikah muda umumnya akan bersedia membantu keluarga muda anaknya yang mengalami kesulitan. Namun, hal ini bukan berarti kamu harus menggantungkan semua urusan pada bantuan dari keluarga.

4. Pilihlah calon pendamping hidup yang mampu bersikap dewasa meskipun usianya masih muda. Kedewasaan ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai persoalan rumah tangga yang pasti mucul. Dengan kedewasaan, masalah apa pun dapat dihadapi dengan baik tanpa mengancam keutuhan rumah tangga.

5. Pilihlah pasangan yang memiliki kesamaan visi dan misi akan kehidupan berumah tangga. Rumah tangga yang bahagia dan langgeng umumnya dibangun di atas persamaan visi dan misi antara suami dan istri.

Menikah muda adalah pilihan. Memang tidak selalu mudah untuk menjalankan rumah tangga ketika usia masih muda. Namun, mendapatkan jodoh yang tepat ketika hendak menikah di usia muda akan membantu rumah tangga berjalan dengan lebih baik nantinya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*