Menghadapi Jodoh Idaman yang Kurang Komunikatif

jodohku seorang pendiam

freelancer.com

Karakter setiap orang memang berbeda-beda. Ada yang pendiam, cerewet, dan ramah. Ada pula yang jahat maupun murah hati. Ini semua menunjukkan betapa Tuhan Maha Besar. Mampu menciptakan sekian banyak makhluknya tidak sama persis. Meskipun kembar, tetap saja ada perbedaan di antaranya.

Hal yang tidak disukai banyak orang adalah saat mereka berhadapan dengan sosok yang pendiam atau kurang komunikatif. Tipe-tipe seperti ini tidak membuat enjoy lawan bicaranya. Bahkan terkadang membuat si lawan bicara kehabisan bahan obrolan. Orang pendiam memang cenderung pasif. Dia lebih suka menjadi pendengar yang baik daripada mendominasi pembicaraan.

Sayangnya, justru hal inilah yang membuat perbincangan menjadi kurang menarik dan monoton. Jauh dari suasana keakraban. Itulah yang menyebabkan sebagian orang enggan mendapatkan jodoh idaman dengan berkarakter pendiam. Mereka khawatir rumah tangganya menjadi tidak dinamis jika memiliki pendamping hidup pendiam.

Lalu bagaimana jika kamu terlanjur mendapatkan jodoh idaman berkarakter pendiam? Haruskah kamu juga memberikan penilaian negatif seperti mereka? Tidak juga. Sebab setiap orang pastilah memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dan Tuhan telah menjodohkan setiap makhluk-Nya dengan berpasang-pasangan agar saling melengkapi. Jika pendamping hidupmu berkarakter pendiam, bisa jadi kamu malah sebaliknya. Dan inilah seninya berumah tangga yang akan membuat hidup jauh lebih dinamis dan penuh tantangan.

Mendapatkan jodoh idaman pendiam tidak perlu menyiutkan nyalimu. Kamu hanya butuh mengenalnya lebih dekat sekaligus beradaptasi dengannya. Selanjutnya, kamu perlu jeli memilih topik pembicaraan yang membuatnya bisa tertarik. Jika ini berhasil, pastilah ia akan terlibat lebih intens dalam pembicaraan tersebut.

Orang pendiam bukan berarti ia tidak bisa diajak bicara secara komunikatif. Namun ia butuh diberi waktu dan kesempatan. Jika kedua hal tersebut tidak ia dapatkan, maka ia cenderung menjadi pendengar yang baik. Oleh karena itu penting bagi kamu untuk meluangkan waktu dan memberinya kesempatan. Suatu saat kamulah yang harus aktif memancing respon dan pendapatnya. Jadi kamu memang harus sabar dan sekaligus telaten memilihkan topik-topik diskusi yang menarik.

Menghadapi sosok pendiam adalah sebuah tantangan tersendiri. Dan tantangan ini sekarang ada di hadapanmu. Sudah seharusnya kamu bersiap menghadapinya. Jadikan dia sebagai partnermu. Bukankah dalam rumah tangga juga begitu? Suami adalah partner isteri. Begitu pula sebaliknya, isteri adalah partner suami. Keduanya harus bisa bekerja sama dengan baik. Suami isteri adalah team work terkecil dalam keluarga. Dan anggota suatu team work tidak mensyaratkan karakter yang sama. Justru dengan adanya karakter yang beragam, mereka bisa saling melengkapi. Jika team work ini solid maka keluarga pun akan tumbuh menjadi keluarga yang kuat dan tangguh. Tidakkah kamu tertantang untuk mewujudkan hal tersebut?

2 Comments

  1. Yapz pasti tertantang dan akan trwujud,bwt jd yg trbaik bwt nya,
    toone

  2. iya ya bener juga, seni dan tantangan.
    great. thanks artikelnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*