Materi Bukan Syarat Utama Memilih Jodoh Idaman

jodoh dan harta

epitemnein-epitomic.blogspot.com

Apakah materi menjadi penghalang utama bagi kamu untuk mendapatkan jodoh idaman? Hidup di zaman yang serba materialistis memang susah. Segala sesuatunya selalu dinilai dengan materi. Termasuk ketika memilih jodoh idaman.

Sering kali materi menjadi standar pertama yang harus dipenuhi. Walhasil, banyak laki-laki yang enggan menikah karena merasa belum memiliki materi yang cukup. Begitu pula dengan kaum hawa. Mereka pun menuntut standar materi yang cenderung tinggi dari kaum adam. Dampaknya, materi akhirnya dijadikan ‘pra syarat’ utama sebuah pernikahan.

Pada artikel ini kami mencoba mengajak kamu berpikir dengan menggunakan sudut pandang yang berbeda. Memang benar, materi sangat penting dalam menunjang kelangsungan hidup ini. Namun perlu diketahui, materi sebenarnya bukan segala-galanya. Bukan pula ukuran kebahagiaan sebuah rumah tangga. Mau bukti? Coba simak kisah selebriti papan atas dunia yang ternyata hidupnya selalu diselimuti kegelisahan dan rasa khawatir. Padahal mereka hidup dalam gelimang materi yang berlimpah ruah. Kamu tentu masih ingat kisah Michael Jackson dan Whitney Houston. Keduanya mati dalam kondisi yang mengenaskan. Hidup mereka kacau meskipun dari segi materi mereka tidak pernah kekurangan.

Begitu pula dalam sebuah pernikahan. Bukankah banyak rumah tangga yang kehidupannya sangat mapan tapi harus berakhir dengan perceraian? Betapa banyak para suami maupun isteri yang berselingkuh padahal mereka tidak pernah kekurangan materi dalam hidupnya?
Nah, tentunya kamu harus belajar dari semua itu. Materi ternyata tidak bisa menjadi patokan dalam mendapatkan jodoh idaman. Sebab sekali lagi, materi tidak mampu memberikan jaminan bagi terciptanya kehidupan rumah tangga yang harmonis. Materi pun tidak sanggup memberikan kebahagiaan pada diri seseorang. Jadi, kamu tidak perlu khawatir jika jodoh idamanmu ternyata tidak memiliki penghasilan sebagaimana yang kamu harapkan.

Lalu bagaimana jika ternyata jodoh idamanmu hanya berpenghasilan pas-pasan atau bahkan kurang? Apakah berarti kamu harus siap-siap hidup menderita? Sebenarnya jika kamu berpikir lebih lanjut, besarnya penghasilan itu nilainya sangat relatif. Tergantung penilaian masing-masing orang. Bagi si A penghasilan Rp. 500 ribu bisa jadi sudah lumayan. Namun bagi si B sebaliknya, sangat kecil sekali. Begitu pula bagi yang lainnya, sangat relatif. Uang Rp. 500 ribu sangat cukup untuk makan sehari-hari si A karena ia tinggal di desa. Untuk makan sehari-hari ia pun tidak harus selalu beli karena ia memiliki kebun dan sawah sendiri. Sayur mayur tinggal petik dan padi tinggal menunggu panen. Bagaimana dengan si B? Karena ia hidup di kota besar dengan biaya hidup yang sangat tinggi, uang sebesar itu tentu tidak bisa digunakan untuk bertahan hidup selama satu bulan.

Dari sini kamu bisa menyimpulkan, bahwa besarnya nilai penghasilan ternyata sangat dipengaruhi oleh gaya hidup seseorang. Jadi, tak perlu takut menikah meskipun penghasilan jodoh idamanmu hanya pas-pasan. Karena besar kecilnya penghasilan bisa diatur sesuai dengan kebutuhan.

2 Comments

  1. jangankan wanitanya menjadikan materi sbg syarat utama, calon mertua pun memandangnya lewat MATERI

  2. Ya terkadang knpa calon mertua juga lebih percaya pd penghasilan tuk bisa menikah… Anehhh.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*