Jika Kamu Berjodoh dengan Warga Negara Asing

interracial couples

Foto: bookofodds.com

Cinta memang bisa tumbuh subur tanpa memandang usia, latar belakang keluarga, suku, pekerjaan, warna kulit, atau kewarganegaraan. Cinta justru mampu mempertipis perbedaan-perbedaan tersebut. Jika kamu saat ini berdomisili di laur negeri atau banyak bergaul dengan orang-orang asing, maka sangat mungkin salah satu dari orang asing tersebut bakal menjadi pasangan hidupmu. Sebab, jodoh seseorang biasanya merupakan orang dekat yang telah sekian lama saling mengenal.

Mendapatkan jodoh warga negara asing memang relatif lebih kompleks dibandingkan dengan yang sesama warga negara Indonesia. Ada sejumlah persoalan yang pasti muncul dan harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Jika kamu tengah menjalin kedekatan dengan seseorang dari negara lain, dan berencana membawa hubungan tersebut ke jenjang pernikahan, ada hal-hal yang mesti kamu pertimbangkan dengan serius.

1. Hambatan bahasa
Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting. Hambatan bahasa dapat menghambat lancarnya komunikasi. Sedangkan, komunikasi yang tidak lancar dapat mengancam keutuhan sebuah hubungan. Mungkin kamu sendiri tidak ada kendala dengan bahasa karena kamu menguasai bahasa negara tempat calon pasangan kamu berasal. Namun, pertimbangkan juga orang tua dan keluarga kamu. Apakah mereka juga tidak akan mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan calon pasangan kamu tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya bukan hanya kamu yang mengerti bahasa dia. Namun, mintalah dia untuk juga mau mempelajari bahasa negara kamu.

2. Hambatan budaya
Budaya sangat mempengaruhi cara pandang, prinsip hidup, etika, nilai-nilai, kebiasaan, dan sebagainya. Benturan budaya kerap kali menimbulkan konflik atau ketidaknyamanan bagi orang-orang yang mengalaminya. Jadi, sebelum melangkah lebih jauh, kamu dan calon pasangan kamu sebaiknya berusaha memahami budaya calon pasangannya dengan sebaik-baiknya dan mencoba untuk saling beradaptasi.

3. Masalah kewarganegaraan
Apakah setelah menikah kamu akan pindah kewarganegaraan mengikuti pasangan kamu, atau sebaliknya, dia yang megikuti kamu? Hal ini harus dibicarakan jauh-jauh hari dan disepakati sebelum kamu terikat dalam ikatan suci pernikahan sehingga tidak akan menjadi masalah di belakang hari.

4. Masalah kewarganegeraan anak
Ini juga masalah yang sangat penting untuk dibicarakan dan diputuskan sebelum terjadi pernikahan. Jangan sampai kewarganegaraan anak menjadi masalah di kemudian hari.

5. Di mana akan tinggal
Di mana kalian akan tinggal setelah menikah harus telah disepakati pula. Jangan sampai setelah menikah, salah satu pihak keberatan untuk tinggal di suatu tempat yang bukan negaranya, lalu timbul konflik.

6. Pengurusan surat-surat atau dokumen
Menikah dengan warga negara asing membutuhkan lebih banyak dokumen sehingga dibutuhkan waktu, tenaga, biaya, dan kesabaran lebih untuk mengurusnya.

Mendapatkan jodoh idaman warga negara asing memang membutuhkan berbagai upaya agar semua dapat berjalan dengan baik dan lancar. Namun, dengan niat yang baik dan perasaan cinta yang sejati, semua persoalan tentu akan dapat dihadapi.

7 Comments

  1. fazrin tanjung says:

    bagaimana dengan pasangan bedah agama dan memiliki prinsip berbeda

    • Pasangan seiman masih banyak. Akan lebih nyaman hidup berdampingan dengan seseorang yang seiman. Insya Allah, dengan cara demikian perbedaan prinsip pun akan dengan mudah dieliminasi.

  2. ida agustina says:

    hi.. dear
    saya wanita dengan status cerai hidup, saya memiliki 2 anak
    sekarang saya menjalin hubungan dengan seorang pria single berkewarganegara Jepang.
    kami ada planning menikah, dan stay di Jepang…
    Tapi kami dengar agak sulit untuk membawa anak-anak saya dari penikahan yang
    sebelumnya untuk tinggal di Jepang.
    dear,
    tolong carikan info untuk masalah saya ini, karena kami tidak bisa tinggal di Jepang tanpa kedua anak-anak

    • sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan Anda ke tipsmencariodoh.com. Terus terang, untuk permasalahan yang Anda hadapi saya belum bisa menjawabnya. Namun demikian, cobalah kunjungi http://jurnalhukum.blogspot.com . barangkali pengelola blog tersebut bisa menjawab permasalahan Anda.

    • Gita novia says:

      Kalo boleh kasih saran dan ide..sebaij nya anak anak mba di persiapkan mental terlebih dahulu. Karena sekolah di jepang keras dan ketat jam nya, dikhawatirkan ada nya benturan budaya dsb. Mba sebaiknya bertanya kedutaan besar jepang di jkarta kebagian citizenship disitu akan diterangkan detail bagaimana proses mba tgl disana membawa keluarga dsb.
      Smoga bisa membantu

  3. Saya menCari teman orang bule

  4. Gita novia says:

    Menikah dgn org asing susah susah gampang. Spt pengalaman saya sekarang, suami berkebangsaan korea, bertemu dan dia bekerja di indonesia slm 2 tahun, kami berhubungan selama 2 tahun itu..sempat dia plg dl ke negaranya dan pada ahkir nya dia kembali ke indonesia dan menikahi saya. Alhamdulilah walaupun proses berbelit tapi lancar. Sayangnya keindahan itu belum dibarengi dengan komunikasi kami yg sesungguh nya. Suami tidak fasih berbahasa inggris indonesia pun hanya terbatas, sedangkan kami tinggal di indonesia, sy tidak mau tll mengalah untuk belajar bahasa korea, karena sy pikir tgl di sini kenapa harus melulu bahasa dia. Alhasil ya kami pun sering salah paham untuk mengungkapkan sesuatu. Saya bingung mengajarkan dia harus bagaimana lg..ini yg membuat kami sedikit tegang dan stress. Tipe suami saya yg kurang bisa beradaptasi sehingga saya kesulitan untuk mengejarnya. Kami saling membutuhkan dan.mencintai dan semoga cepat atau lambat ada jalan kluar buat kami..karena masa lalu kami pernah sama sama gagal dan kami tidak mau mengulangi kesalahan yg sama..
    Intinya komunikasi sangat penting jadi itu harus di peesiapkan sematang mungkin karena lama2 itu bisa mengikis dan mengurangi keharmonisan rumah tangga dan kluarga.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*