Jika Jodoh Idaman Usianya Lebih Tua

pasangan berbeda usia

visualphotos.com

Sebagian besar kaum perempuan umumnya lebih suka mendapatkan jodoh idaman yang usianya lebih tua dari dirinya. Sebaliknya dengan kaum laki-laki, mereka cenderung memilih jodoh idaman yang usianya lebih muda dari dirinya. Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu termasuk laki-laki yang ingin mendapatkan jodoh idaman yang usianya lebih muda dari dirimu?

Jodoh memang rahasia Tuhan untuk makhluk-Nya. Meskipun kamu sudah berencana, namun apa daya jika jodoh yang dikirim Tuhan untukmu ternyata usianya jauh lebih tua dari dirimu. Bisa jadi timbul perasaan was-was dalam dirimu. Sejumlah kekhawatiran yang muncul pada hampir setiap diri laki-laki saat mendapatkan jodoh idaman yang usianya jauh lebih tua dari dirinya antara lain sebagai berikut:

(1) Isteri lebih mendominasi
Fitrah laki-laki adalah kepala keluarga. Namun jika pendamping hidupnya memiliki usia yang lebih tua, biasanya ia pun lebih matang dalam mengambil keputusan. Walhasil, ia lebih banyak berperan dalam setiap pengambilan keputusan dalam keluarga.

(2) Tidak serasi
Pertimbangan secara fisik sering kali menjadi alasan utama bagi hampir sebagian besar laki-laki yang enggan memiliki pendamping hidup yang usianya lebih tua. Apalagi perempuan memang lebih cepat dewasa daripada laki-laki. Sehingga kaum laki-laki pun merasa tidak nyaman jika pasangannya terlihat lebih tua karena nampak kurang serasi.

Bagi kamu yang terlanjur mendapatkan jodoh idaman dengan usia yang lebih tua sebenarnya tidak perlu khawatir secara berlebihan. Usia bukanlah penghalang pernikahan. Kekhawatiranmu jika ia lebih mendominasi ataupun tampak tidak serasi bisa diatasi dengan tips berikut ini:

Pertama, saling menghargai. Dengan mewujudkan sikap saling menghargai, maka kalian akan merasa saling dihormati.

Kedua, tidak egois. Jika ia memberikan masukan dan ternyata masukannya bermanfaat, sudah seharusnya kamu mengucapkan terima kasih dan menerima masukan tersebut dengan lapang dada. Hilangkan sikap egois dalam dirimu. Jangan karena dirimu laki-laki lalu bertindak selalu menang sendiri dan menganggap setiap keputusan yang kamu buat selalu baik dan benar. Dengarlah masukan darinya. Bisa jadi pendapatnya jauh lebih bijaksana dari pendapatmu. Hal ini justru akan membuatmu menjadi sosok pendamping hidup yang bijaksana bagi dirinya.

Ketiga, memahami tanggung jawab masing-masing. Jika kamu dan pendamping hidupmu memahami tanggung jawab masing-masing dalam berkeluarga, niscaya benturan itu bisa diminimalisasi.

Keempat, saling menasihati. Bangun kebiasaan ini sejak awal. Tidak ada manusia yang sempurna. Begitu pula dirimu dan pendamping hidupmu. Setiap orang berpeluang melakukan kesalahan. Dengan saling menasihati, niscaya hal yang bengkok tidak akan dibiarkan menjadi patah. Namun sebaliknya, hal tersebut akan diluruskan dengan cara yang simpatik dan bijaksana.

Kelima, tetap serasi. Menjaga penampilan memang perlu. Komunikasikan hal tersebut dengan pendamping hidupmu.

Dengan tips di atas, kamu tidak perlu ragu menerima jodoh idamanmu meskipun usianya jauh lebih tua dari dirimu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*