Jika Jodoh Idaman Terpisah Jarak yang Jauh

jodoh jarak jauh

shelovesmagazine.com

Mendapatkan jodoh idaman adalah anugerah terindah bagi setiap insan. Sayangnya, tidak seorang pun yang mampu menebak kapan jodoh akan datang menghampiri. Meskipun sudah berupaya sekuat tenaga, kalau memang belum jodohnya, pernikahan yang sudah direncanakan pun bisa batal sewaktu-waktu.

Memang, jodoh adalah anugerah yang indah sekalipun tidak terduga. Datangnya bisa kapan saja tanpa perlu direncanakan. Lalu bagaimana dengan kamu yang sudah mendapatkan jodoh idaman tapi terpisahkan oleh jarak yang begitu jauh? Apakah kelak sesudah menikah harus hidup berpisah? Nah, bisa jadi masalah ini tidak hanya kamu saja yang mengalami. Sesuatu yang dilematis ketika jodoh idaman ternyata berasal dari tempat nun jauh di seberang. Ada beberapa hal yang perlu dipikirkan lebih lanjut ketika kamu mendapatkan jodoh idaman yang tinggalnya jauh di seberang samudera.

Pertama, yakin. Kamu harus yakin bahwa tempat yang jauh bukan lagi hambatan. Jika memang berjodoh, meskipun samudera memisahkan kalian, pasti suatu saat kalian bisa bersatu. Lagi pula dengan kemajuan teknologi, tempat yang jauh bisa terasa dekat bukan? Kamu tinggal manfaatkan fasilitas internet, menggunakan situs jejaring sosial, teleconference, dll. Jelasnya, masih banyak fasilitas yang bisa digunakan untuk mendekatkan jarak.

Kedua, komunikasi. Jika kamu sudah mantap dengan pilihanmu dan hendak melangsungkan pernikahan, komunikasikan segala sesuatunya terlebih dulu. Khususnya hal yang paling krusial, yakni pilihan tempat tinggal. Pertimbangkan segala sesuatunya secara matang, apakah kamu berpisah untuk sementara waktu ataukah salah satu harus mengalah.

Ketiga, jika setelah menikah terpaksa harus berjauhan untuk sementara waktu. Ketika kamu harus memilih opsi ini, maka persiapkan hal-hal penting berikut:

(1) Komunikasi. Tetaplah menjalin komunikasi secara rutin setiap harinya. Ini penting untuk menumbuhkan kedekatan kamu dengan pasangan serta menumbuhkan kepedulian dan perhatian antara satu dengan yang lainnya;

(2) Jadwal kunjungan. Idealnya, pasangan suami isteri tidak boleh berpisah terlalu lama. Oleh karena itu kamu harus menetapkan jadwal kunjungan secara periodik selama satu tahun;

(3) Buat deadline. Kamu harus memiliki target kapan kondisi ini harus segera diakhiri. Artinya, kamu juga perlu berpikir untuk mencarikan jalan keluarnya. Misal karena alasan pekerjaan, maka kamu perlu mencari alternatif pekerjaan baru yang lokasinya dekat dengan pasangan;

(4) Mengalah bukan berarti kalah. Jika tempat bekerja suami jauh, sebaiknya isteri yang mengalah dan memutuskan ikut suami. Hal ini semata-mata untuk kebaikan kedua belah pihak. Sebab suamilah yang bertanggung jawab penuh untuk menafkahi keluarga.

Di sisi lain, isteri juga memiliki tanggung jawab yang tidak kalah mulia, yakni sebagai pendamping suami dan mengatur urusan rumah tangganya. Jadi, mengalahnya isteri bukan berarti sesuatu yang menghinakan. Namun ini semua semata-mata untuk tertunaikannya kewajiban kedua belah pihak sekaligus untuk mewujudkan keharmonisan rumah tangga mereka.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*