Haruskah Menerima Perjodohan?

dijodohkanMelihat kamu sudah bekerja dan cukup umur, orang tuamu pasti berharap kamu bisa segera mendapatkan jodoh idaman. Namun apa jadinya jika ternyata kamu masih bersikap tenang dan tidak tergesa-gesa mencari jodoh idaman tersebut? Pastilah mereka gelisah. Mereka khawatir kamu hanya bersikap pasif dan tidak berusaha. Jadi jangan heran bila akhirnya mereka sendiri yang turun tangan untuk mencarikan jodoh idaman.

Sebagian besar orang tua memang merasa tidak sabar dengan sikap tenang anak-anaknya yang tidak segera berusaha mendapatkan jodoh idaman. Apalagi yang harus ditunggu bila umur sudah mencukupi dan pekerjaan juga sudah ada? Itulah alasan utama mengapa mereka harus segera bertindak. Bisa jadi hal itulah yang kini dirasakan orang tuamu. Sehingga mereka berusaha mencarikan jodoh yang terbaik untukmu.

Bagaimana bila ternyata akhirnya kamu harus dijodohkan oleh orang tuamu? Haruskah kamu menerimanya? Ataukah kamu menyiapkan sejumlah argumen untuk menolaknya secara halus?

Perjodohan sebenarnya bukan hal baru lagi. Sudah sejak zaman kakek nenek dulu hal tersebut lazim dilakukan. Bahkan sekarang pun masih banyak yang meneruskan tradisi tersebut. Jadi kamu jangan terburu-buru mengambil sikap antipati. Cobalah membicarakannya terlebih dulu dengan orang tuamu. Tanyakan dulu pada mereka, jodoh seperti apa yang sudah mereka siapkan untukmu.

Bila orang tua meyakinkanmu bahwa mereka pasti akan memilihkanmu yang terbaik, bukan berarti kamu pasrah saja. Kamu berhak untuk mengetahui sosok yang mereka rekomendasikan. Profil diri dan keluarganya penting kamu ketahui. Lalu pertimbangan apa saja yang membuat orang tuamu yakin bahwa sosok tersebut adalah pilihan yang tepat untukmu. Apakah mereka terpesona karena penampilannya? Atau karena keluarganya yang terpandang? Atau pertimbangan apalagi? Coba kamu telusuri lebih lanjut hal tersebut.

Nah, bila orang tua sekedar menjadikan status sosial dan penampilan sebagai tolak ukurnya, tentunya kamu harus lebih bersikap bijaksana. Pada artikel-artikel sebelumnya kami sudah menjelaskan hal tersebut. Fisik dan status sosial memang perlu. Tapi keduanya tidak mampu menjamin kebahagiaan rumah tangga seseorang. Jadi kamu perlu mencari informasi lebih dalam tentang dirinya. Bagaimana karakter sosok yang direkomendasikan orang tuamu tersebut. Apakah ia memiliki karakter pendamping hidup yang kamu cari selama ini atau justru tidak sama sekali.

Kamu bisa menggali informasi tersebut dari keluarga ataupun orang yang dekat dan mengenalnya dengan baik. Jika ternyata ia memang jodoh idaman yang kamu nantikan selama ini, langsung saja terima perjodohan tersebut. Sebaliknya bila ada hal-hal yang membuatmu masih ragu, tidak ada salahnya kamu menyampaikannya secara terbuka pada orang tuamu. Kemukakan semua keraguanmu tersebut. Dan mintalah pendapat kepada mereka. Kamu pun juga perlu memberikan pandangan serta masukan. Jika keputusan finalmu terpaksa menolaknya, sampaikanlah dengan cara yang baik dan sopan.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>