Dijodohkan, Siapa Takut?

a girl in sad mood

Foto: ilu-imu.blogspot.com

Hari gini dijodohkan? Seperti zaman Siti Nurbaya saja. Itulah tanggapan yang umumnya akan diberikan ketika seseorang mendengar kata dijodohkan atau perjodohan. Namun, tidak ada salahnya kamu mengkaji ulang pernyataan ini. Benarkah perjodohan itu selalu buruk? Tidak adakah sisi positif yang dapat dipetik dari perjodohan?

Jodoh, rezeki, dan mati setiap insan telah ditentukan oleh Tuhan. Namun, manusia memikul tanggung jawab untuk berikhtar. Tentang jodoh, adakah manusia yang dapat memastikan kapan akan bertemu jodoh, bertemu jodoh di mana, melalui jalan apa, dan kapan menikah? Tidak ada yang dapat meramalkan sebelumya bukan? Buktinya, banyak sekali sepasang kekasih yang telah merenda jalinan kisah asmara bertahun-tahun, tetapi ada aral melintang dan kisah mereka tidak berakhir di pelaminan. Tidak berjodoh, itulah ungkapan yang umumnya dikatakan atas kenyataan ini.

Dari sini, bukankah sangat mungkin bahwa perjodohan yang ditawarkan orang tua atau saudara memang jalan yang gariskan oleh Tuhan bagi kamu untuk bertemu belahan jiwa sejatimu? Jadi, jika kamu sudah siap untuk menikah, tetapi beum menemukan pasangan yang cocok, sementara orang tua atau saudara kamu menawarkan untuk menjodohkan kamu dengan orang yang belum kamu kenal, sebaiknya kamu tidak langsung menolaknya. Apalagi, sambil marah-marah dan tersinggung.

Berikut adalah sikap bijak yang dapat kamu ambil menghadapi tawaran perjodohan dari orang tua atau kerabat.

1. Yakinlah bahwa orang tua atau kerabat yang berniat menjodohkan kamu dengan seseorang memiliki niat yang baik. Mereka menyayangi kamu dan tidak mungkin berniat menjerumuskan kamu ke hal-hal yang tidak baik atau merugikan. Jodoh yang mereka pilihkan untukmu pasti baik dalam pandangan mereka.

2. Yakinlah bahwa jika Tuhan menghendaki, apa pun bisa terjadi. Jika Tuhan menghendaki perjodohan itu, tidak satu ada manusia pun yang dapat menghalanginya.

3. Katakan bahwa kamu bersedia berteman dan mengadakan penjajakan dengan orang yang akan mereka jodohkan dengan kamu. Sekali lagi berteman dan berusaha saling mengenal lebih jauh, bukan setuju untuk langsung dijodohkan.

4. Jika dari perkenalan dan penjajakan tersebut, juga setelah melalui berbagai pertimbangan, kamu merasa bahwa dia bukanlah sosok yang kamu cari, kamu dapat mengatakan kepada dia dan orang yang telah berusaha menjodohkan kamu bahwa kalian hanya cocok sebagai teman. Mereka pasti akan mengerti karena di awal kamu sudah mengatakan bahwa kalian baru mengadakan penjajakan, bukan langsung terikat dalam satu ikatan. Dari proses ini, kamu pun telah manambah satu lagi teman ke dalam daftar teman-temanmu.

5. Jika dari perkenalan dan penjajakan tersebut kalian merasa cocok, kalian akan lebih mudah melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Hal ini karena restu dari kedua keluarga telah kalian dapatkan sejak awal kalian melangkah untuk saling mengenal.

Perjodohan dapat menjadi jalan yang tidak kamu sangka-sangka untuk mendapatkan jodoh idaman.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*