“Putus Cinta”
Pedih memang, ketika orang yang selama ini kita idam-idamkan, kita cintai, kita impikan siang maupun malam, ternyata tak sedikit pun hatinya terbuka untuk menerima cinta kita. Begitulah cinta: bila sehati maka jadilah berkah; bila bertepuk sebelah tangan maka jadilah racun. Lantas apa yang mesti dilakukan guna mengatasi semua kegalauan ini?
Seorang pengunjung setia blog ini berkirim email kepada saya: “Saya suka sekali dengan rubrik2 yang di sajikan di situs ini,terimakasih telah banyak memberi pencerahan&penyemangat,,tulisan pertama yng aku temukan “Ketika Ta’arup Gagal…memamg itu yg sedang dialami saat ini..tolong do’kan mudah2an dipertemukan dg jodoh ku yg terbaik untuk ku menurut Allah..amiin Terimakasih banyak”.
Khusus bagi kamu yang belum pernah mengalami putus cinta, akan saya sampaikan bagaimana gejala-gejalanya. Pertama, mata berkunang-kunang; kedua, gelap memenuhi seisi ruangan; ketiga, nafas terasa sesak; dan keempat, konsentrasi tiba-tiba hilang.
Di depan rumah mantan pacarnya di Rawabugel, Margamulya, Bekasi Utara, Minggu (11/11/2012), seorang pemuda nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon belimbing.
Cinta para lelaki memang sulit untuk ditebak. Akankah terbang searah angin utara. Ke selatankah; ke tenggarakah. Tetap bersemayam di hatimu ataukah berpaling ke lain hati? Di manakah biduk cintanya kelak akan bersandar.
Saya baru saja kehilangan telepon genggam. Bukan sekedar hilangnya hape tersebut yang saya tangisi, melainkan raibnya begitu banyaknya data tak ternilai harganya yang ada di dalamnya.




Komentar Terbaru