Dekati Bapaknya; Jauhi Anaknya!

Dekati Bapaknya; Jauhi Anaknya!Sebenarnya keinginanmu mendekati seseorang itu untuk kesenangan sementara ataukah demi kebahagiaan jangka panjang? Sekedar berpacaran ataukah ingin berlanjut ke jenjang pernikahan?

Jika jawabannya hanya sekedar berpacaran, kamu tidak usah melanjutkan membaca postingan saya ini. Cukup sampai di sini saja. Tapi, jika keinginanmu itu murni untuk kebahagiaan jangka panjang, maka bacalah tulisan saya ini hingga tuntas.

Kawan, jika niatmu mendekati seorang cewek itu serius seratus persen untuk mengajaknya membangun sebuah bahtera rumah tangga, maka mulai hari ini fokuskan pendekatanmu kepada wali dari cewekmu itu. Mengapa demikian? Sebab izin atau restu dari wali merupakan syarat sahnya pernikahan tersebut.

Seintensif apa pun pendekatan terhadap cewekmu, tidak akan berhasil guna jika walinya tidak memberikan restu kepadamu. Urutan wali, sebagaimana termaktub dalam kitab Kifayatul Akhyar, disebutkan sebagai berikut:

a. Ayah kandung.
b. Ayah dari ayah (Kakek).
c. Saudara laki-laki seayah dan seibu (saudara kandung)
d. Saudara laki-laki seayah.
e. Anak laki-laki dari saudara sekandung yang laki-laki.
f. Anak laki-laki dari saudara seayah.
g. Saudara laki-laki ayah (paman).
h. Anak laki-laki dari saudara laki-laki ayah (sepupu).

Keseriusan kita dinilai dari makin merapatnya kita kepada wali cewek yang kita dekati itu. Jadi, alangkah kelirunya jika kita dekat dengan si cewek tapi tidak pernah bertegur sapa dengan bapaknya bahkan menjauhi  anggota keluarganya.

Makanya prinsip yang harus diterapkan saat ini adalah “Dekati Bapaknya; jauhi anaknya.” Terlalu rapat bergaul secara fisik dengan anaknya hanya akan menimbulkan fitnah, bahkan akan makin menjurumuskan kita pada pelanggaran-pelanggaran norma susila, norma sosial, serta norma agama. Bagaimanapun dia bukan muhrim kita. Sebaliknya, mendekati bapaknya akan jauh mendatangkan manfaat luar biasa sebab ini sebagai bentuk konsekuensi bahwa kita benar-benar serius hendak mengajak cewek kita ke dalam jenjang berumah tangga.

Bagi para cewek hal ini pun harus menjadi penilaian tersendiri. Lihatlah keseriusan seorang cowok yang sedang mendekatimu. Jika dia hanya semata-mata medekatimu tapi tidak pernah berupaya mendekati walimu ataupun keluargamu, maka patut dicurigai bahwa niat cowok ini semata-mata untuk kesenangan sementara; bukan untuk sebuah tujuan suci mengajakmu berumah tangga.

Jika ada segudang cowok yang melakukan pedekate kepadamu, maka pilihan sebaiknya dijatuhkan kepada cowok sejati yang mau menghadap kepada bapakmu atau walimu.

5 Comments

  1. si cantix nazwa says:

    susah memang mndapatkan cowok yg bnr2 sesuai dgn keriteria yang kita inginkan,apalagi mndekati dgn wali kita sendri,kdng pun udh dekat dia mash aja bisa ngelak …..
    masya allah hanya allah yg tau apa yg terjadi,…..

  2. Yang saya alami justru tragis, dekat ke bapaknya dan mengenal lebih 5 tahun tapi saat dilamar justru ibunya yang nolak saya, dan pake ancama jika tetap menikah dengan saya, maka jangan panggil dia ibu, termasuk siap cerai dengan bapaknya, setelah ditanya alasannya memang tidak suka sama saya, apa yg harus saya lakukan ?????????

  3. prinsip dekati bapaknya jauhi anaknya itu bohong besar, buktinya saya , akhirnya bercerai karena saya terlalu yakin sama bapaknya..

  4. Setuju banget..
    Kalo serius lebih baik deketin walinya, trus yakinin kalo niat nya baik dan serius

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*