resensi novel dengan kelebihan dan kekurangan

Ingat Kekurangan; Lupakan Kelebihan

Ingat Kekurangan; Lupakan Kelebihan

Dalam menjalani hidup dan kehidupan ini kata Gus Mus, yang dikutip dari Ibrahim bin Juneid, kita mesti menggunakan dua buah cermin: satu cermin untuk melihat kekurangan kita; satu lagi untuk melihat kelebihan orang lain.

Teman Serumah Kami Kecoa dan Kodok

Teman Serumah Kami Kecoa dan Kodok

Hidup tak selalu sesuai dengan impian. Ada kalanya kita berdampingan dengan orang-orang yang sejalan dengan keinginan kita. Tapi pada saat yang lain kita pun dipaksa untuk bersebelahan dengan orang-orang yang tak sejalan dengan keinginan kita.

Tak Perlu Malu dengan Masa Lalu Kita

Tak Perlu Malu dengan Masa Lalu Kita

Setiap orang hidup dengan masa lalunya masing-masing. Ada yang cerah,  tapi tak sedikit pula yang buram. Tak perlu risau jika kita meninggalkan masa lalu yang kelam. Insya Allah, orang tidak begitu peduli dengan masa lalu tersebut selama kita menunjukkan itikad baik: bertobat dan terus berupaya memperbaiki diri.

Tukang Tahu, Rezeki, dan Jodoh

Tukang Tahu, Rezeki, dan Jodoh

Adakah hubungan yang terjalin di antara tukang tahu dengan jodoh? Jelas tak ada. Meskipun demikan, ketika tiba di daerah Balongbendo dalam perjalanan pulang dari Pondok Modern Gontor menuju ke Surabaya, saya menemukan sedikit hubungan itu.

Perempuan dan Secangkir Kopi

Perempuan dan Secangkir Kopi

“Kopi itu manja, sedikit saja kita salah memperlakukannya, maka rasa dan aromanya akan berbeda.“

Senang Melihat Orang Susah; Susah Melihat Orang Senang

Senang Melihat Orang Susah; Susah Melihat Orang Senang

Saya sedang mengidap suatu penyakit. Anehnya, tak satu pun dokter yang mampu menuliskan resep obatnya. Gejala yang saya rasakan, antara lain, jika melihat orang lain berhasil, perasaan ini tercabik-cabik. Sebaliknya, jika orang lain menderita, hati ini rasanya senang dan berbunga-bunga. Pokoknya SMS, alias Senang melihat orang lain susah dan Susah […]

Cukrik, Oplosan, Korupsi, Perselingkuhan, dan Khilaf

Cukrik, Oplosan, Korupsi, Perselingkuhan, dan Khilaf

Seperti diberitakan, empat dari enam warga Menanggal Surabaya, peserta pesta miras Cukrik selama 24 jam nonstop tewas awal pekan lalu. Dua lainnya dirawat di rumah sakit. (Kompas.com)

Jalan Pintas

Jalan Pintas

Sedikit sekali di antara kita yang tekun dalam menggarap segala sesuatu. Maunya serba cepat, serba kilat, dan serba instan. Inginnya dapat meraih kesuksesan seperti penggalan kalimat dalam Naskah Proklamasi: “dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.”

Dilamar Preman, Terima Aja Lagi!

Dilamar Preman, Terima Aja Lagi!

Mencermati kehidupan para petinggi negeri ini, saya sering mengusap dada. Sesak napas rasanya. Bagaimana tidak, ada seorang tokoh yang sangat dihormati karena menduduki jabatan prestisius pada sebuah lembaga yudikatif, tiba-tiba harus mengenakan seragam pesakitan KPK. Padahal, masa lalunya sangat bersih dan klimis layaknya pipi Miss Universe. Saat berada di puncak […]

Ribetnya Bahasa Cewek

Ribetnya Bahasa Cewek

Di antara sekian banyak bahasa yang tersebar di dunia ini, bagi saya, yang paling sulit difahami hanyalah bahasa perempuan. Saking sulitnya, beberapa di antara rangkaian kalimat yang dahulu pernah dilontarkan beberapa perempuan, baru bisa terungkap maknanya dengan lengkap setelah saya berumah tangga. Bahkan, masih banyak lagi kalimat yang masih menggantung […]

Jodoh Kita Sesungguhnya Sedang Berhadapan dengan Kita

Jodoh Kita Sesungguhnya Sedang Berhadapan dengan Kita

“Siapakah orang terdekat kita? Dia adalah orang yang sering berhadap-hadapan dengan kita. Orang terdekat kita adalah orang yang bisa kita tatap dengan sepenuh pandangan mata kita.”

Berkawan Karib dengan Kejenuhan dan Kebosanan

Berkawan Karib dengan Kejenuhan dan Kebosanan

Alhamdulillah, untuk kali kedua saya berkesempatan mengunjungi KRI Cakra-401, satu dari dua kapal selam kebanggaan bangsa Indonesia. Di ruang rekreasi, sambil menikmati teh botol saya pun bercengkrama dengan beberapa kru yang sedang rehat dari tugasnya.

Meneropong Jodoh dengan Mata Hati

Meneropong Jodoh dengan Mata Hati

Subuh kemarin, ustad yang biasa mengisi ceramah di surau kami menjelaskan tentang pandangan hati kita yang kian buruk akhir-akhir ini. Katanya kita sudah tidak bisa lagi leluasa meneropong setiap peristiwa dengan mata hati kita. Penyebabnya, lensa mata hati itu telah tertutup rapat oleh bayang-bayang duniawi semata. Dalam meneropong jodoh pun […]

Separuh Aku; Sepenuhnya Kamu

Separuh Aku; Sepenuhnya Kamu

Saya sering terpesona oleh para sosialita kita dalam mengumbar kemesraan di depan publik. Kemesraan itu kemudian menjadi sarapan pagi bahkan menjadi hidangan siang maupun santapan malam kita yang tersaji lewat berita-berita infotainment. Bertahun-tahun romantisme itu menghiasi kaca televisi kita.

Menilai dengan Dasar Kebencian, Jangan Dah!

Menilai dengan Dasar Kebencian, Jangan Dah!

Joko Widodo alias Jokowi menjadi sosok paling fenomenal akhir-akhir ini. Tak ada satu pun media yang tak pernah memberitakannya. Media cetak, media elektronik, lebih-lebih sosial media yang demikian mudahnya diakses penuh dengan kabar mengenai sepak terjang Jokowi.

Ternyata, Kemuliaan Hidup Itu Bukan Dikarenakan Pangkat dan Jabatan

Ternyata, Kemuliaan Hidup Itu Bukan Dikarenakan Pangkat dan Jabatan

Ribuan orang berbondong-bondong mendaftarkan diri menjadi calon anggota legislatif. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari memajang diri di baliho-baliho yang menyesakkan kota hingga tebar pesona di berbagai acara. Tujuannya hanya satu: pencitraan. Harapannya juga satu: terpilih sebagai wakil rakyat pada pemilu legislatif mendatang.

Bersama Kesulitan Pasti Ada Kemudahan

Bersama Kesulitan Pasti Ada Kemudahan

Ustad yang biasa mengisi pengajian di surau kami bercerita bahwa dari kesulitan yang kita hadapi sebenarnya akan mengalir sebuah kemudahan. Barangkali kesulitan itulah yang bisa disamakan dengan harga yang harus kita bayar untuk kemudahan yang kita nikmati.

Ingatlah, Begitu Banyak Aib Kita yang Ditutupi Tuhan

Ingatlah, Begitu Banyak Aib Kita yang Ditutupi Tuhan

Jangan sombong dan takabur dengan prestasi dan citra yang kita miliki. Sesungguhnya jumlah aib yang sedang bersemayam dalam diri kita jauh lebih banyak daripada kebaikan yang selama ini dikenal oleh orang-orang dekat kita. Beruntung, Tuhan yang Mahabaik senantiasa menutupi aib kita dengan rapi.

Pengantar Kesuksesan Itu Bernama Kemauan dan Kerja Keras

Pengantar Kesuksesan Itu Bernama Kemauan dan Kerja Keras

Ahad pagi 15 Desember 2013 udara cerah memenuhi halaman Gedung Robitoh Pondok Modern Gontor Ponorogo yang luas itu. Dalam balutan cahaya ramah sang mentari, saya menyaksikan sendiri bagaimana K.H. Syukri Zarkasyi melakukan latihan terapi. Dengan tekun Beliau melakukan setiap instruksi yang disampaikan oleh dua orang ustad yang mendampinginya. Sesekali Beliau […]

Doa dan Sedekah Pembuka Jodoh Kita

Doa dan Sedekah Pembuka Jodoh Kita

Ba’da shalat subuh Sabtu pagi itu ustad yang biasa memimpin kajian tafsir di surau kami membahasa Surat Al-Fil. Dikisahkan dalam firman Allah tersebut tentang rasa iri Raja Abrahah terhadap keberadaan Ka’bah. Penguasa Yaman itu merasa heran sebab warganya memilih berangkat berbondong-bondong ke Hijaz untuk berkunjung ke Baitullah. Pikirnya, seandainya di […]